CHOCODOT: Cokelat Isi Dodol Pertama di Dunia

Posted by at 1:59 pm 0 Comment Print

Inovasi produk yang mengkombinasikan dodol dan cokelat. Chocodot menjadi yang pertama di dunia dengan produk unik cokelat isi dodol. Omsetnya sudah mencapai m
iliaran rupiah. Luar biasa!

Inovasi dalam bisnis ternyata juga bisa muncul dari produk-produk tradisional. Misalkan saja seperti yang dilakukan oleh Kiki Gumelar pemilik Chocodot di Garut. Lewat ide penggabungan makanan khas tradisional dodol Garut dengan cita rasa cokelat internasional, Kiki mengeluarkan produk dengan brand Chocodot. Chocodot merupakan cokelat dengan isi dodol asli Garut. Produk ini menjadi sebuah inovasi baru karena menjadi yang pertama di dunia.

“Menikmati dodol Garut itu sudah biasa,” kata Kiki, “Tapi menikmati dodol dalam cokelat itu hal yang tidak biasa. Dan kita menjadi yang pertama di dunia membuat produk ini.”

Pada perkembangannya, Kiki membuat inovasi produk cokelat lain yaitu GAGE CHOCO (Garut Geulis Cokelat) yang mengedepankan kemasan dengan besek khas Parahyangan. Besek mungil nan cantik itu diisi dengan cokelat aneka cream buah. Kemudian ada juga produk BRODOL (Browniez Dodol), yaitu brownies khas Amerika yang merupakan cake bantat dimodifikasi dengan isi dodol khas garut. Legitnya dodol Garut bisa dinikmati dalam irisan-irisan browniez manis yang sangat khas.

Seakan tak mau berhenti berinovasi, sejak pertama kali dilaunchingnya Chocodot pada 9 Agustus 2009, Kiki pun menciptakan kreasi produk baru. Di bawah payung perusahaan UD Tama miliknya, pada bulan Juni 2010, Kiki meluncurkan produk RANGICOK  EUY (Ranginang Celup Cokelat EUY). Rangicok merupakan produk makanan ranginang khas Garut  yang bisa dinikmati dengan balutan cokelat yang sangat lezat dan menggoda.

Kiki juga membuat kombinasi cokelat dengan berbagai jenis biji kopi dari Papua, Toraja, Jawa, Bali, dan Sumatra. Produk ini ia beri nama Cofee Choc yang mulai diluncurkan pada bulan Agustus 2010. Ide penggabungan biji kopi dan cokelat ini menjadikan koleksi Chocolate with Indonesian Cofee Selection yang sangat digemari. Masih di bulan yang sama UD Tama juga mengeluarkan Cokelat DoGar (Domba Garut) yang menggabungkan cekelat dengan abon.

Sejak kehadirannya, Chocodot makin digemari masyarakat. Hal disebabkan karena produk-produk Tama Cokelat yang inovatif, unik, dan harganya yang sangat terjangkau. Perkembangannya naik dari 20% hingga 200% per tahun. Omsetnya, dalam masa perkembangan selama dua tahun ini dari perbulan kisarannya mencapai puluhan juta hingga ratusan juta. “Bahkan hingga miliaran rupiah,” imbuh Kiki.

Untuk saat ini chocodot membuka peluang dengan cara BO (Bisnis Oportunity) dan hanya berlaku untuk daerah Garut saja dengan alasan karena chocodot adalah khas daerah Garut dan hanya ada di Garut. “Bagi yang di luar kota atau pulau kita juga menawarkan kerjasama, hanya saja beda kota dan daerah akan berbeda pula namanya tapi produksi tetap milik kami,” jelas Kiki

Kiki mengatakan, dibuatnya Chocodot ini bukan sekedar untuk mencari keuntungan bisnis. Tapi lebih dari itu ia ingin, melalui produk Chocodot ini, bisa memperkaya kuliner khas Garut dan bisa mengangkat citra makanan tradisional Indonesia, khususnya Garut. Di bawah bendera perusahaannya, UD Tama, Kiki berniat untuk “mencokelatkan” kota Garut dan menjadikan cokelat sebagai duta budaya Indonesia.

Rahmat HM

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery