Nasi Oishi – Berawal Dari Simple Idea, Mampu Reguk Jutaan Rupiah

Posted by at 11:13 am 0 Comment Print

Banyak hal yang bisa menginspirasi pebisnis dalam menciptakan konsep dan produk unik yang menarik. Seperti halnya Nasi Oishi yang berawal dari pengalaman unik Dimas Kiafandi Habibie di masa kecilnya yang telah memberinya ide kuliner yang cemerlang.

 

Ini mungkin pernah dirasakan sebagian dari kita semasa kecil dulu, disuapi Ibunda dengan nasi yang dikepal olehnya dengan terlebih dahulu memasukkan lauk pauk ke dalam nasi tersebut. Namun siapa sangka, hal tersebut bisa menjadi sebuah ide bisnis yang menarik dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

 

Hal tersebut rupanya menginspirasi Dimas Kiafandi Habibie menciptakan sebuah bisnis yang unik, Nasi Oishi. “Ide Nasi Oishi berawal dari pengalaman saya pada waktu kecil. Saat itu, ibu sering menyuapi saya dengan nasi yang dikepal dengan lauk menjadi satu. Sehingga saya bisa belajar makan sendiri meskipun pada saat itu saya masih disuapi dan belum bisa makan sendiri,” kisah Habibie.

 

Dari situ kemudian Habibie berpikir kalau nasi kepal buatan ibunya tersebut cukup praktis, karena nasi dan lauknya disatukan menjadi satu. Kepraktisan itulah yang akhirnya menginspirasinya membuat Nasi Oishi. Untuk itu Nasi Oishi dikemas secara praktis sehingga siap untuk disantap kapanpun dan dimanapun. Bahkan saat dimakan di dalam mobil dalam perjalanan ke kantor, karena untuk memakan Nasi Oishi, tidak perlu menggunakan piring dan sendok. Bahkan tidak perlu cuci tangan. Karena dikemas dengan kemasan food grade yang higienis.

 

“Apalagi ketika saya melihat gaya hidup masyarakat kota besar yang memiliki kegiatan yang cukup padat dan dengan mobilitas yang tinggi. Dengan gaya hidup seperti itu, mereka pasti tidak sempat untuk membuat sarapan untuk anak, keluarga atau bahkan mereka sendiri,” tutur Habibie.

 

Selain sisi kepraktisan tersebut, Menurut pria yang juga menjabat sebagai Marketing Communication ini, kuliner yang mengusung konsep Nasi Kepal sangat jarang. Sehingga konsumen mendapat pengalaman baru dalam cara makan yang berbeda. Varian Nasi Oishi yang kami sediakan juga merupakan menu-menu yang biasa konsumen nikmati, sehingga sangat dekat dengan lidah konsumen.

 

Habibie menuturkan, untuk bahan dasar ia sangat concern kepada bahan yang alami. Oleh karenanya, ulasnya, bahan dasar Nasi Oishi merupakan bahan bahan alami yang bebas bahan pengawet. Dan juga merupakan bahan pilihan yang diseleksi sesuai dengan standart Nasi Oishi untuk menjaga kualitasnya.

 

Produk yang mirip nasi kepal ala Jepang atau Onigiri ini memang unik. Habibie sendiri mengungkapkan jika produk temuannya ini adalah perpaduan dua budaya, Jepang dan Indonesia. Bentuknya sendiri mirip lemper berbumbu daging bumbu. Akan tetapi, Habibie memodifikasinya sehingga kaya aka nisi seperti telur, sayur-sayuran dan beragam varian rasa lainnya seperti Nasi Oishi Ayam Bakar, Nasi Oishi Ayam Bumbu Bali, Nasi Oishi Ayam Bumbu Kare, Nasi Oishi Ayam Saos Tiram, Nasi Oishi Daging Rendang. Plus tawaran harga mulai dari Rp 5 – 8 ribu.

 

Sedangkan untuk proses menanaknya, Habibie memberikan treatment khusus. Untuk nasi, jika umumnya hanya sekitar 30 menit, Nasi Oishi ditanak dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Namun, ulas Habibie, untuk lauknya sama seperti pada umumnya. Selain itu, Habibie hanya menggunakan beras khusus. Alasannya, agar nasi tersebut mampu dikepal ketika dibentuk menjadi nasi kepal dan ketika dimakan tidak pecah berserakan.

 

 

Buka Kerjasama Kemitraan

 

Konsep kerjasamanya dalam pengelolaan outlet Nasi Oishi dengan sistem bagi hasil. Sedangkan nilai investasi dan syarat yang diperlukan untuk menjadi mitra ataupun agen, ujar Habibie, cukup dengan memahami sistem operasional Nasi Oishi, memiliki lokasi yang strategis untuk membuka outlet Nasi Oishi dan melakukan penggantian peralatan Nasi Oishi sebesar Rp. 500.000 (untuk peralatan 2 termos dan 1 banner) dan atau Rp. 1.500.000 (untuk peralatan 1 booth Nasi Oishi, 2 termos dan banner).

 

“Benefit yang diberikan kepada mitra: bagi hasil yang lebih besar, support promosi melalui semua media (media sosial, BB, leaflet), support delivery Nasi Oishi, Kemudahan pembayaran. Pengalaman selama ini, omset yang bisa diraih mitra rata-rata omzet tiap mitra Rp 4– Rp 6.5 juta,” ulas Habibie.

 

Dari ide yang cukup simple tersebut, Habibie yang mulai mendirikan Nasi Oishi sejak Oktober 2011 silam tersebut, kini telah memiliki 17 Outlet di seluruh Surabaya yang tersebar di berbagai lokasi komplek sekolah, kampus, perumahan dan perkantoran. Kemudian, agar ekpansinya lebih penetratif. Habibie membuka kesempatan kerja sama sejak awal tahun 2012. Saat ini, tuturnya, sudah ada 15 mitra.

 

“Target tahun ini, selain penambahan mitra tentunya, jika sebelumnya kami bisa memproduksi sekitar 350 pcs/hari. Maka tahun ini kami targtekan bisa menembus angka 750 pcs/hari. Sehingga tentu saja menambah omset real,” pungkas Habibie.

 

 

 

Syaiful Anwar

Ide Usaha Keagenan

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery