Arfa Barbershop : Menimang Laba dari Kemitraan Babershop

Posted by at 10:34 am 0 Comment Print

Potensi bisnis jasa pemangkas rambut akan selalu dibutuhkan orang. Pasalnya, memangkas rambut adalah kegiatan  setiap orang secara periodik. Seperti halnya Arfa Babershop yang mampu meraup omset hingga puluhan juta per bulan. Tertarik?

 

Sudah menjadi rahasia umum, bisnis pangkas rambut ini di Indonesia menjamur. Mulai dari tukang cukur keliling, hingga yang menetap. Mulai dari tempat cukur terbuka di bawah pohon, tempat cukur  sederhana hingga barbershop dan salon mewah. Kesemua model bisnis pangkas rambut tersebut, terbukti bisa tetap eksis dan mendapat pelanggan yang tersegmentasi.

“ARFA Barbershop membuktikan jika bisnis pangkas rambut tetap potensial dan menjamin profit bagi pelakunya. Sebab, dalam waktu kurang dari lima tahun, Arfa Babershop telah melesat menjadi Barbershop terbaik dan terbesar di Yogyakarta dengan 21 gerai mitra dan 2 milik sendiri yang tersebar di kota Yogyakarta, Solo, Magelang, Madiun, dan sedang dalam proses pengerjaan di kota Cilacap. Potensi bisnis ini jelas besar karena kebutuhan untuk memangkas rambut adalah kegiatan  yang pasti akan dilakukan oleh setiap orang secara periodik,” tegas M. Arief Fatoni, Owner Arfa Barbershop.

Menurut Arief, selain kebutuhan tersebut, terdapat banyak alasan mengapa bisnis ini potensial. Setelah dirinya melakukan survey kecil, Arief mengungkapkan kebanyakan pria beristri merasa malu dan kurang nyaman untuk berkunjung ke salon umum. Selain itu, untuk memangkas rambut di tukang cukur konvensional, kebanyakan mereka merasa kurang nyaman serta tidak merepresentasikan citra diri mereka. Hal itu, papar Arief, disamping tempatnya yang terlampau sederhana, juga karena kemampuan tukang cukurnya yang tidak bisa melayani banyak model potongan rambut pria, terutama model potongan rambut yang up to date atau sedang jadi tren.

“Konsep Arfa Barbershop yang utama bermaksud mengakomodasi citra maskulin dan kenyamanan pelanggan. Tentu saja hal itu juga harus didukung dengan kecakapan tukang cukur kami dalam menguasai berbagai model potongan rambut pria yang up to date dan trendy,” jelas Arief.

Penggunaan istilah Barbershop di mereknya, kata Arief, sejatinya mengandung konsekuensi tinggi. Sebab, ulas Arief, barbershop harus memiliki nilai spesial, dimana hal ini ditunjukkan dengan perlengkapan utama seperti adanya lampu berulir dengan warna merah, putih, biru hingg bangku cukur yang berstandar internasional dengan fasilitas hidrolis dan reclining yang sangat nyaman untuk diduduki pelanggan.

Meski demikian, tutur Arief, berbagai layanan jasa yang ditawarkan relatif terjangkau. Tarif untuk paket pangkas rambut sudah termasuk cuci rambut dan hair tonic berkisar antara Rp 11 ribu-Rp 13 ribu. Sementara untuk perawatan rambut lainnya Rp 20 ribu-Rp 50 ribu dan penambahan layanan Vitamin rambut cukup Rp 3 ribu untuk setiap butir vitamin yang digunakan. “Bisnis barbershop ini dikembangkan dengan konsep memaksimalkan pelayanan terbaik dengan menyediakan tukang cukur yang cakap, tempat yang nyaman, lokasi yang mudah di akses dan harga yang terjangkau,” ulas Arief.

Uniknya, Arfa Babershop juga melayani pangkas rambut untuk datang ke rumah, ke kantor bahkan ke rumah sakit untuk pelanggan yang tidak memungkinkan datang ke gerainya. “Selain pangkas rambut kami juga melayani Shaving, Cream bath, Coloring, Highlight, Massage. Produk unggulan kami yang lain adalah Hair Tattoo, yaitu seni menggambar di kepala,” ujar Arief.

Potensi bisnis ini langsung ditangkap oleh investor. Menurut Arief, banyak pelanggan dan relasi nya yang berkeinginan untuk dapat mengelola bisnis ini di bawah brand Arfa Barbershop melalui Kemitraan. Untuk itu, ia pun membuka peluang sebesar-besarnya. Dengan investasi sebesar Rp 50 juta, mitra mampu mendulang omset puluhan juta dalam sebulan.

“Pengalaman kami selama ini berbeda untuk masing masing gerai sesuai dengan usia gerai tersebut. Untuk Usia Gerai dibawah 1 Tahun rata-rata omzet Rp 22 juta (dengan 3 Kursi). Untuk Usia Gerai antara 1 tahun – 2 tahun rata-rata omzet Rp 24 juta (dengan 4 Kursi).  Diatas 2 tahun rata-rata omzet Rp 34-Rp 38 juta (dengan 6 Kursi),” pungkas Arief. Berminat menjadi mitranya?

 

Syaiful Anwar

Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery