Tisscell (Tissue Celluler) : Bisnisnya Kian Prospek dan Menguntungkan

Posted by at 8:57 am 0 Comment Print

Empat tahun telah dilewati, Tisscell semakin berkembang berkat ceruk pasar yang potensial. Market yang besar dan margin yang menggiurkan menjadi daya tarik utamanya. Tertarik?

Hasil penelitian Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menyebutkan bahwa pengguna ponsel di Indonesia mencapai 80% dari total penduduknya. Tak disangkal, hal tersebut tentu saja berimplikasi terhadap macam-macam asesoris HP yang juga banyak di butuhkan penggunanya seperti chasing, silicon, tas/wadah sesuai ukuran HP dan lain-lain hingga pembersihnya.

Pangsa pasar tersebut juga digarap Sukidi, Owner Tisscell, yang melahirkan inovasi berupa Tisu Handphone yang berfungsi sebagai pembersih dan pengharum Handphone. Wajar, jika perkembangan bisnis Tisscell juga dapat berkembang dengan pesat. “Produktifitas Tisscell semakin meningkat. Selain memang margin profit yang kami tawarkan cukup menggiurkan, potensi pasarnya yang membengkak juga terlihat kasat mata,” kata Sukidi.

Sejauh ini, brand yang dipayungi oleh CV Elang Nusantara ini telah memiliki mitra 20 distributor. Mitra tersebut tersebar hampir ke setiap daerah di Indonesia. Seperti Manado, Bali, Pekanbaru, Padang, Medan, Pangkal Pinang, Sulawesi Tengah dan lain sebagainya. “Mitra kami telah banyak tersebar, dan baru saja kami mengirim produk untuk mitra yang di Bali serta Jakarta Pusat,” ungkap Sukidi.

Sementara, lanjut Sukidi, untuk jumlah agen Tisscell cukup banyak. “Kalau untuk Agen itu banyak, dan saat ini kita sedang perbaiki sistemnya,” ujar Sukidi. Untuk menjadi agen, tambahnya, cukup membeli 10.000 pcs seharga Rp. 5 juta dengan harga dasar produk untuk agen seharga Rp 500 per pcs. Agar lebih murah, bisa juga menjadi distributor, dengan membeli 50.000 pcs seharga Rp 17,5 juta. Maka harga per pcs hanya Rp 350.

Tips Sukses Berbisnis Tisscell

Sukidi mengarahkan agar setiap distributor harus memiliki 3 orang sales. 1 orang sales wajib mengunjungi 40 – 50 counter, dengan harga jual ke counter Rp 750. Sedangkan pihak counter menjual ke konsumen Rp 1.000. Artinya, counter bisa mendapat untung Rp 250 per pcs. Jika setiap counter saja bisa menjual 1 pcs Tisscell perhari, maka penjualan di semua counter mencapai 1.250 pcs perhari.

Dengan perhitungan tersebut, tambah Sukidi, omset rata-rata perbulan mencapai Rp 15 juta per sales per bulan. Apalagi, ujar Sukidi, bila ada 3 sales yang berarti omsetnya Rp 45 juta perbulan. Wajar dengan omset rata-rata puluhan juta perbulan tersebut Sukidi menargetkan produknya harus terjual 500.000 pcs perbulan.

Strategi tersebut telah berlangsung lama dijalankan oleh Sukidi dalam memasarkan Tisscell. Ia memposisikan diri sebagai distributor untuk wilayah Jakarta, dengan kesibukan yang padat saat ini, ia bisa mendapatkan omset kurang lebih Rp 40 juta perbulan. “Kita ambil rata-rata perbulan itu kurang lebih 100.000 pcs, kurang lebih Rp 40 juta. Kalau untuk mitra berbeda sendiri, Rp 40 Juta untuk kita saja, untuk daerah Jakarta,” jelas Sukidi, yang memang membatasi sebaran agen, yakni 1 agen 1 wilayah.

Selain keuntungan yang terukur serta target market yang jelas, Sukidi siap memberikan training intensif kepada para sales untuk mengontrol dan meningkatkan penjualan. “Para mitra cukup menyiapkan SDM dan tempat pelatihannya saja, kami datang membentuk sales-sales handal bagi mitra,” pungkas Sukidi.

Sirad Firdaus

 

Testinomi Mitra

Diah Ayu Nefertiti (Distributor Yogyakarta)

“Potensi pasarnya sangat besar. Lebih dari itu, saya ingin mengedukasi konsumen dan pengguna HP khususnya, bahwa aktivitas dan mobilitas kita dal;am menggunakan perangkat selular tersebut sangat tinggi. Kondisi tersebut tentu saja memicu banyak hal, salah satunya adalah kotoran yang menempel. Apalagi, intensitas tersebut seringkali berhubungan langsung dengan mulut dan hidung yang merupakan jalan utama masuknya bakteri. Oleh karenanya,  saya optimis bisnis ini akan semakin berkembang dan besar.

“Selain itu, gambaran prospectus bisnisnya juga masuk akal bagi saya. Sehingga, saya pun optimis raihan BEP hanya dalam beberapa minggu bisa saya dapatkan. Apalagi, Bpk Sukidi sangat membantu dalam supporting dan memberikan masukan dalam hal marketing program.”

Endang Kurniawan (Agen Samarinda, Kalimantan Timur)

“Usaha ini sangat cocok buat saya yang masih kurang pengalaman dalam bisnis. Kemudahan, investasi ringan, produk yang longterm, dan potensi bisnis yang semakin berkembang seiring dengan berkembangnya pengguna HP menjadi alasan terkuat saya. Bahkan, belum lama ini saya mendapatkan data bila pengguna seluler di Samarinda jumlahnya 2 kali lipat dari populasi penduduknya.”

“Melihat hal tersebut, saya sangat optimis bisa meraih sukses. Saya sudah membuat target-target pengembangnnya. Bahkan, ke depannya saya ingin menjadi distributor. Meski demikian, bimbingan dari Bpk Sukidi bisa berkesinambungan, maklum, saya belum berpengalaman.”

Mahmud

Keagenan Laporan Utama

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery