Angkringan SK : Cocok Untuk Wirausaha Baru

Posted by at 11:20 am 0 Comment Print

Investasi yang sangat terjangkau, didukung sistem yang sederhana namun tepat guna adalah tawaran yang sengaja diciptakan Angkringan SK untuk menggaet mitra baru. Strategi yang cukup efektif dengan hasil 17 mitra dalam 3 bulan. Seperti apa?

Sejak kelahirannya, Angkringan SK memang mendedikasikan dirinya sebagai bisnis yang ramah terhadap wirausaha baru. Menurut Sigit P Wibisono, Owner Angkringan SK, sesuai dengan visi perusahaan adalah sebanyak mungkin menciptakan wirausaha baru. Sebab, ujarnya, sesuai dengan data yang dimilikinya, masih banyak sekali masyarakat yang  berpotensi menjadi wirausaha baru dan mungkin untuk memulai usaha mereka tidak memiliki modal yang cukup besar, dalam segment ini ada mahasiswa, karyawan muda atau mereka yang bermodal menengah.

 

“Atau ada juga mereka yang memang sebelumnya belum pernah berwirausaha sehingga lebih memilih usaha yang bermodal kecil dan menengah. Untuk itu PT. Kumi Ori Nusantara me-launching paket usaha Angkringan dengan modal murah, Angkringan SK atau Sego Kucing,” ujar pria yang juga pemilik angkringan premium, Angkringan Pak Camat.

 

Strategi Angkringan SK rupanya memang cukup efektif. Tengok saja, baru tiga bulan terakhir dilaunching, merek asal Yogyakarta ini mampu menggaet 17 mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia : Jakarta, Cikarang, Semarang, Blora, Madiun, Kediri, Surabaya, Kutai Kertanegara, Pangkal Pinang, Batam, sampai Banda Aceh. Fantastik!

 

Investasi Angkringan SK memang sangat terjangkau, apalagi investasi tersebut sudah termasuk fasilitas yang mumpuni. Cukup investasi sebesar Rp. 6.500 ribu, mitra sudah mendapatkan fasilitas yang berupa paket siap usaha, gerobak dan seluruh perlengkapannya yang siap usaha, ditambah paket identitas usaha, seragam karyawan, dan tentunya SOP (Standard Operation Prosedure) yang sangat detail mulai dari resep, produksi, service sampai kepada administrasi usaha.

 

Selain itu, Angkringan SK memiliki 35 jenis menu, belum termasuk menu tambahan. Angkringan SK juga memasukkan wedang ronde yang biasanya dijual terpisah. Sedangkan untuk harga, ujar Sigit, tentunya sesuai dengan pakemnya Angkringan, tidak boleh mahal.

 

“Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang cash flow-nya jelas, dalam bisnis ini keuntungan tidak didapatkan secara bulanan atau tahunan melainkan harian. Artinya kita dapat menikmati keuntungan secara harian. Dan Angkringan SK menyajikan menu-menu yang memang menjadi kebutuhan primer, dengan harga yang terjangkau, rasa yang pas di lidah serta nuansa yang men-Jogja, Angkringan SK bisa menjadi pilihan tepat usaha. Melihat respon dari masyarakat dimana gerai Angkringan SK bisa ada diberbagai wilayah di Indonesia itu membuktikan bahwa market dari Angkringan sangat besar dan tersebar luas,” ulas Sigit.

 

Bagaimana dengan raihan omset? Menurut Sigit, rata-rata minimal Rp 350 ribu sampai dengan Rp1.200 ribu perhari. Artinya, angkringan ini berpotensi mendulang omset mulai dari Rp 10.500 ribu-Rp 36 juta. “Kami bukan franchisor atau usaha yang memberikan janji muluk kepada mitra, tetapi kami memberikan fakta berdasarkan apa yang sudah terjadi di lapangan. Jadi kami sudah membuat simulasi BEP dan Pendapatan yang sudah kami uji. Kami menyebutnya simulasi ‘anti bangkrut’. Jadi mitra hanya tinggal memilih simulasi usaha yang mana yang diinginkan mulai dari 1 bulan BEP sampai 9 bulan BEP,” jelas Sigit.

 

Meski demikian, sambung Sigit, sang mitra harus tekun, kreatif, tidak mudah menyerah dan konsisten. Melihat perkembangan yang bagus itu, Angkringan SK menargetkan 200 gerai dan mitra sampai akhir tahun 2013 nanti. “Sehingga makin banyak wirausaha baru yang lahir dan makin banyak masyarakat yang menikmati makanan dan minuman murah sehingga tentunya makin sejahteralah Indonesia. Amin,” pungkas Sigit. Andakah mitra Angkringan SK selanjutnya?

Syaiful Anwar

Info Usaha Keagenan Laporan Utama

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery