Bedi Corporation, Food Spesialist – Dari Jogja Merajai Nusantara

Posted by at 10:11 am 0 Comment Print

Bedi Corporation, Holding Company yang menguasai 4 brand ini siap menguasai pasar kuliner Nusantara. Bagaimana strateginya memaintain 4 brand dan semuanya sukses?

Di bawah tangan dingin Food Innovator, Bedi Corporation, yang berbasis di Jogja, Quick Chicken, Huma Ribs, Steak&Shake, Romawi Pancake, dan Zu Bento, menjadi bisnis-bisnis kuliner yang jadi tambang uang bagi investornya. Semuanya berjalan dan dapat dikendalikan dengan sempurna oleh sang Maestro, Bedi Zubaedi, CEO Bedi Corporation. Dengan tagline yang tajam, “Food Spesialist”, keempat brand tersebut memang sedang tumbuh dan merajai Nusantara.

Lalu, apa kuncinya? CEO Bedi Corporation menjawab, semua itu bisa dilakukan hanya dengan satu kata, yaitu perkuat basis internal. “Bagi saya, aspek internal itu penting. Dan itu adalah pondasi riil agar bisnis kita bisa sukses dan berjalan sesuai yang kita inginkan,” katanya. Sebab, katanya, setiap kali ingin mengembangkan cabang atau ekspansi ke suatu daerah, maka langkah pertama yang ia lakukan adalah selalu menyiapkan man powernya. “Saya selalu melakukan training, up grade knowledge dan skill kepada key person-key person yang akan kita tempatkan di sana. Bagi saya ini penting, karena ini adalah investasi yang akan berakibat positif pada pertumbuhan bisnis kita pada masa mendatang,” katanya.

Seperti hal ia membangu  Quick Chicken yang ia mulai pada tahun 2000. Tahun 2004, Bedi mulai menyiapkan konsep, serta sistem dan syarat-syarat franchise dengan sebaik mungkin. Pada tahun 2008, ia mulai memitrakan Quick Chicken namun belum ada ekspos yang cukup memadai. Baru pada tahun 2011, ia secara serius mendeklarasikan Quick Chicken  go franchise.

“Karena saya bukan tipe pebisnis yang baru mulai dan buka langsung difranchisekan, saya bukan seorang pebisnis yang punya karakter hit & run, saya punya punya cara dan strategi bagaimana merawat investasi orang lain sehingga dapat menghasilkan dan menguntungkan. Saya kira ini yang membuat bisnis saya bisa langgeng,” katanya.

Di bawah bendera Bedi Corporation, Food Spesialist, Zu Bento sudah ada di beberapa tempat. Brand Zu Bento dikembangkan dengan sistem franchise. Bedi membanderol investasinya Rp 195 juta, di luar tempat. Nilai tersebut mencakup working capital seperti bahan baku pertama, dan gaji pertama kali. Franchisee akan mencapai return on investment (ROI) selama 14 bulan. “SOP semua sudah disiapkan, disesuaikan dengan perkembangan,” katanya.

Sedangkan Romawi Pancake, Bedi mematok harga kemitraannya senilai Rp 16 juta, sudah termasuk bahan baku pertama, booth, dan semua perlengkapan lainnya. “Nilai tersebut sudah mencakup biaya perlengkapa usaha dan siap jualan,” katanya. Dalam hitungannya, mitra akan BEP selama 14 bulan. “Impian saya ingin menyajika makanan berkualitas dan terjangkau. Karena yang buat makanan mahal itu overhead-nya” katanya.

Untuk Huma, investasinya sekitar Rp 300 juta, tergantung kondisi lokasi dan keperluan lainnya yang dibutuhkan mitra. Jika dibanding dengan support serta profit yang didapat tentu investasi Rp 300 juta ini bisa dikatakan pas untuk kemitraan sekelas restoran Huma. Dari investasi sebesar itu mitra sudah mendapatkan segala perlengkapan restoran. Mitra juga mendapatkan profit antara 20% hingga 30%. Berdasarkan profit dan omset yang ditargetkan, mitra bisa mendapatkan BEP selama 18 bulan.

Perkembangan paling fenomenal adalah Quick Chicken, resto ayam berjaket ini sungguh sangat diminati terutama di kawasan kota-kota kecil di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kkota-kota lainnya di Indonesia. Dengan investasi sebesar Rp 280 juta, kini Quick Chicken sudah mempunyai lebih dari 197 gerai di seluruh penjuru Nusantara. Sunggu, sebuah kinerja yang sangat menakjubkan bagi sebuah brand dari Daerah Istimewa Yogjakarta ini. Silahkan pilih brand mana yang sesuai dengan budget investasi Anda.

Mahmud

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery