Biosthetics – Dari Balikpapan ke Pentas Nasional

Posted by at 9:58 am 0 Comment Print

Bisnis asal Balikpapan ini coba menyeruak ke pasar nasional dengan keunggulan konsep   One Stop Beauty Center, empat bidang usaha dalam satu bisnis. Seperti apa potensinya?

Embrio Biostethic sendiri bermula dari bisnis salon rias pengantin berkonsep tradisional yang didirikan oleh Ibu dari dr. Rosita Megawati, Owner dari Biosthethics, pada tahun 1995 silam di Malang, Jawa Timur. Sadar potensi di bisnis ini sangat besar, Rosita Megawati memboyong bisnisnya tersebut ke Balikpapan enam belas tahun kemudian.

Di sana, Rosita, begitu sapaan akrabnya, memoles bisnis salon dengan menambahkan konsep lain di dalamnya dan merubah nama mereknya menjadi Biostethic klinik. Keputusan Rosita pindah ke Balikpapan ternyata tepat. Di kota asal Kalimantan Timur itu, Biostethic menjelma sebagai pusat kecantikan yang sangat disegani.

Rosita yang mematenkan merek Biostethic pada tahun 2011 lalu, tidak hanya merubah nama merek dagangnya saja. Selain itu, ia juga menyempurnakan konsep bisnisnya, tidak hanya sebagai salon semata. “Perubahan nama merek ini bukan tanpa sebab. Kami ingin menegaskan diri sebagai pusat kecantikan nasional pertama yang mengusung konsep one stop beauty center di Indonesia,” jelas Rosita.

Alhasil, menurut Rosita, Biostethic berhasil menjadi merek pertama yang mengusung konsep one stop beauty center di negeri ini. Konsep yang dimaksud Rosita adalah 4 jenis usaha yang biasanya terpisah.  Di Biostethic ia jadikan menjadi satu. Keempat jenis tersebut adalah klinik kecantikan, salon, spa, dan refleksi.

“Konsep ini bukan hanya menjadi keunikan tersendiri. Selain itu, konsep one stop beauty center itu secara tidak langsung juga akan meningkatkan potensi penjualan dan omset dengan biaya operasional yang relatif sama. Sebab, berada dalam satu bidang usaha yaitu, Biostethic,” ungkap Rosita.

Tak pelak, konsep unik tersebut langsung mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari konsumennya. Meskipun menargetkan segmen market middle up, tidak bisa menghentikan laju konsumen untuk merasakan layanan Biostethic. Untuk menjangkau konsumennya, Rosita pun akhirnya mendirikan gerai keduanya yang masih berada di Balikpapan dan menambah satu gerai di tanah kelahirannya, Malang, Jawa Timur.

Respon positif tersebut langsung ditanggapi serius oleh Rosita. Tahun 2012 ini, ia siap mengembangkan sayap bisnisnya lebih jauh lagi dengan membuka peluang kemitraan. Jika dulunya Rosita masih menawarkan konsep salon saja, kini ia serius menggarap one stop beauty center-nya yaitu Biostethic Clinic. “Saya melihat potensi untuk mengembangkan bisnis ini sangat besar. Apalagi merek kami menjadi yang pertama di bisnis ini. Untuk itu, kami menawarkan peluang kerjasama kepada calon mitra yang tertarik,” ujar Rosita.

Untuk menjadi mitranya, investor harus menyiapkan cost of franchise sebesar Rp 350 juta. Menariknya, di tahun pertama Biosthetics  membebaskan royalty fee terhadap mitranya. Royalty, ungkap Rosita, yang ia patok sebesar 15 % dari omset baru akan dikenakan kepada mitra di tahun kedua kerjasama.

Rosita mengungkapkan, dari nilai investasi tersebut mitranya dapat meraih Return of Investment (RoI) dalam kurun waktu 20-30 bulan. Dan ini yang dijamin akan menjadi daya tarik mitranya, omset yang bisa dihasilkan perbulannya mulai dari Rp 60 jutaan. “Untuk tahun pertama, mungkin masih dibawah sedikit. Untuk itulah kami tidak membebani royalty di tahun pertama kerjasama. Namun di tahun kedua dan seterusnya, melihat pencapaian gerai kami sebelumnya, nilai tersebut (Rp 60 juta, red) minimal bisa didapat mitra,” ujar Rosita.

Syaiful Anwar

Kesehatan dan Kecantikan Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery