Brownies Bakar Labilla – Pelopor Brownies Bakar Di Cirebon

Posted by at 9:53 am 0 Comment Print

Umumnya, brownies yang sering ditemui diproses dengan cara dikukus berbeda dengan Brownies Labilla, bisnis ini menawarkan keunikan dengan cara dibakar. Seperti apa?

Panganan jenis cake ini cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Biasanya, masyarakat menyantapnya sebagai camilan ataupun menyandingkannya sebagai teman minum kopi ataupun teh. Selain itu, kue ini pun sangat pantas sebagai buah tangan saat bersilaturahmi ke sanak family maupun kerabat. Makanan ini adalah kue brownies.

Ada dua jenis brownies bila dilihat dari cara pembuatannya yakni dikukus dan dibakar. Brownies yang umumnya ditemui dipasaran adalah brownies kukus. Sedangkan brownies bakar, masih kalah popular. Meski demikian, untuk kelezatannya tidak kalah dari brownies kukus. “Menurut saya, sebelum brownies kukus ada, brownies bakar sudah lebih dulu dikenal masyarakat. Namun belum ada yang berani untuk mencoba mengkhususkan menggarap bisnis brownies bakar ini, sehingga kepopulerannya meredup. Pasalnya, kebanyakan bisnis brownies menyatu di toko-toko roti atau toko-toko kue dan atau menyatu dengan brownies kukus,” papar Mahir Ahmad Sungkar owner Brownies Bakar Labilla.

Atas dasar itulah Ahmad mendirikan bisnis Brownies Bakar yang dinamakan Brownies Bakar Labilla dengan andalan resep keluarga yang diturunkan secara turun temurun. Mimpinya, dengan pangsa pasar di dunia kuliner yang diyakini masih sangat besar Ahmad siap mendobrak sisi bisnis brownies dengan mengkhususkan diri membuat brownies bakar dengan berbagai menu andalan yang inovatif.

Brownies Bakar Labilla tidak hanya mengusung brownies bakar yang jarang ditemui konsumen. Namun juga keunikan produk bila dibandingkan dengan kue sejenis. “Pada umumnya bagian atas pada brownies bakar itu kering, tetapi pada bagian atas brownies bakar Labilla itu basah dan hal itulah yang menambah kelezatannya yang luar biasa,” jelas Ahmad.

Tak ayal, keunikan brownies buatan Ahmad menuai reaksi yang cukup positif sejak setahun dilempar ke pasaran. Setelah melalui berbagai tahapan berjualan dengan konsep gerai setahun kebelakang, Ahmad menggandeng Apik S Rijal dari Franchiseholic Indonesia, untuk mengembangkan Brownies Bakar Labilla dengan membuka peluang kemitraannya.  Dan dalam perkembangannya sejak pertama kali dimitrakan 1 bulan lalu, sudah ada 2 mitra berjalan selain beberapa gerai utama.

Ahmad optimis brand miliknya akan semain penetratif ke depannya. Apalagi, ujar Ahmad, boleh dibilang untuk jenis ini belum ada competitor secara head to head. “Kami sangat optimis dengan belum begitu banyaknya kompetitor atau dengan kata lain belum banyak kompetitor yang mengkhuskan diri menggarap pasar brownies bakar. Sehingga, bolehlah kalau Brownies Bakar Labilla mencap diri sebagai Pelopor Industri bisnis Brownies Bakar di Tanah Air tercinta ini,” ujar Ahmad berpromosi.

Bila pun ada kompetitor, ujar Ahmad, Brownies Bakar Labilla telah menyiapkan “senjata” untuk melawannya. Dengan tagline “Harga Terjangkau Rasa Memukau”, di setiap gerai telah diterapkan program “Silahkan coba gratis “. Hasilnya, papar Ahmad, lebih dari 70% konsumen baru selalu melakukan repeat order. Selain iu, inovasi varian menunya pun dijamin akan memanjakan lidah konsumennya. Dengan harga mulai dari mulai dari Rp 25000, konsumen bisa memilih varian produk antara lain Chocco Chesse, Almond, Marbel, Strawberry, rasa Kentang dan tape.

Dengan kelebihan serta keunikannya, merek asal Cirebon ini menargetkan akan memiliki 25 mitra master dan lebih dari 25 mitra gerai. Sekadar informasi, Brownies Bakar Labilla memang menawarkan dua paket kemitraan kepada calon investornya. Namun untuk di setiap kota, kemitraan jenis master yang akan didahulukan mengingat master nantinya berperan sebagai penyuplai produk ke mitra gerai.

Sedangkan untuk nilai investasi, Ahmad menjelaskan paket master Rp. 25 Juta dan paket gerai Rp. 8 Juta. Setiap mitra akan mendapatkan  1 set Peralatan berjualan seperti booth, dan lain-lain. “Namun ada perbedaan antara master dan outlet, master akan mendapatkan paket peralatan produksi brownies bakar dan paket pelatihan pembuatan brownies sedangkan gerai hanya akan mendapatkan produk awal  sebagai promo berjualan dan kami berikan biaya sewa selama 3 bulan di teras minimarket di kota yang bersangkutan,” ulas Ahmad.

Nah, perolehan omset yang bisa didapatkan mitra cukup luar biasa. Dalam sebulan mitra master bisa meraih minimal Rp 30 juta. Sedangkan mitra gerai bisa mereguk Rp 11,2 juta. “ROI dan BEP kita targetkan  diangka 3 -5 bulan,” pungkas Ahmad memastikan. Kabar baiknya, untuk periode 15 Mei – 15 Agustus 2012 untuk 10 mitra Master pertama akan mendapat discount investasi sebesar 30%. Tertarik menjadi mitranya?

 

Syaiful Anwar

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery