Strategi LPDB Memaksimalkan Pembiayaan UKM

Posted by at 2:03 pm 0 Comment Print

Banyaknya permintaan dana bergulir yang masuk ke kantor LPDB, membuat mereka harus berkolaborasi dengan lembaga lainnya untuk memaksimalkan peran dan eksistensinya sebagai penyalur dana bagi UKM Indonesia.

Hal tersebut dilakukan karena didorong oleh banyaknya permintaan dana bergulir ke lembaga nirlaba tersebut. Sayangnya, tidak semuanya bisa dilayani, mengingat keterbatasan dana yang ada tidak sebanding dengan permintaan yang terus meningkat jumlahnya. Demikian dikatakan Kemas Denial, Direktur Utama Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir(LPDB-KUMKM), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. “Solusinya dengan berkolaborasi dengan BUMN dan Pusat Investasi Pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dengan menggunakan metode sharing financing. Bulan depan kami akan menekan MoU dengan PLN untuk mengelola dana CSR mereka, kami sudah bekerjasama dengan beberapa BUMN seperti Jamsostek dan lain sebagainya. Inilah terobosa kami di LPDB,” kata Kemas.

Selama ini, katanya, banyak pebisnis mikro, kecil dan menengah yang senang dengan produk pendanaan LPDB. “Karena bunganya lebih rendah dari perbankan,” begitu Kemas mengklaim. Selain produk LPDB, UKM juga senang dengan program Kredit Usaha Rakyat yang bunganya kecil. “Pasti mereka lebih memilih program pendanaan yang murah dan terjangkau,” katanya. Ibaratnya, sambung Kemas, ada gula ada semut. Dan LPDB, imbuhnya, tidak melakukan diskriminasi terhadap sektor-sektor usaha. “Hampir semua sektor kami biayai, mulai dari perindustrian, pertanian, pertambangan, pokoknya semua sektor kami biayai,” ujarnya. Namun, pembiayaan yang paling diminati oleh koperasi dan UKM adalah simpan pinjam. “Populasinya sampai 80%.”

Pembiayaan lain yang dilakukan LPDB, selain menyalurkan kepada koperasi-koperasi di daerah, juga melayani pendanaan dalam jumlah besar kepada UKM strategis seperti UKM penghasil produk-produk ekspor berkualitas tinggi dan UKM produsen produk-produk unggulan daerah.

Koperasi Waralaba Indonesia

Terkait dengan  dibentuknya Koperasi Waralaba Indonesia, Kemas mengatakan bahwa program pembiayaan kepada pelaku usaha franchise dan business opportunity yang beberapa waktu lalu dilakukannya belum memberikan hasil yang sesuai. Problemnya, imbuh Pria asal Sumatera Selatan ini, kebanyakan pelaku usaha franchise dan BO belum banyak yang paham Juklak dan Juknis LPDB. “Nah, dengan dibentuknya Koperasi Waralaba Indonesia ini diharapkan dapat melakukan sosialisasi yang lebih intens diantara pelaku bisnis franchise dan BO agar bisa beradaptasi dengan juklak dan juknis yang ada di LPDB. Kami berharap mereka bisa berkembang bersama kami,” katanya. Fungsi Koperasi Waralaba Indonesia diharapkan menjadi jembatan antara LPDB dan pelaku usaha franchise dan BO di Indonesia.

LPDB  mematok target penyaluran dana bergulir sebesar Rp 1,3 triliun. Sampai saat ini, akad pencairannya sudah mencapai Rp 400 miliar. “Dan kami optimis target tersebut akan tercapai,” katanya. Tak lupa, Kemas berpesan kepada pelaku usaha UKM untuk selalu bekerja keras, dan membuat terobosan agar bisa memajukan industri atau sektor bisnis yang digelutinya. “Sehingga produknya bisa menjadi produk unggulan dan bisa bersaing di dalam dan luar negeri,” harapnya. UKM yang menjadi kreditur di LPDB, agar mengembalikan pinjaman dana bergulir tepat waktu. “Ini terkait dengan integritas dan kepercayaan,” katanya.

Mahmud

Box

Tips Wirausaha Kemas Danial

  1. Mimpi
  2. Keberanian
  3. Inovasi
  4. Kreatif
  5. Doa

Pembiayaan

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery