Salakka – Olah Salak Pondoh Jadi Oleh-Oleh Modern

Posted by at 1:33 pm 0 Comment Print

Salakka menjadi pionir yang mengolah salak pondoh menjadi oleh-oleh modern khas Jogja. Apa saja produknya dan bagaimana prospek bisnisnya?

“SAngat LAKu seKAli,” merupakan kepanjangan dari SALAKKA. Brand lokal asal Kota Jogyakarta ini adalah besutan dari seorang pria muda lulusan Ekonomi-UGM bernama Decky Suryata.  Bukan dari singkatan itu sebenarnya brand Salakka dipakai. Nama Salakka, kata Decky, diambil dari nama ilmiah buah salak, yaitu Salacca Zalacca. Singkatan “SAngat LAKu seKAli” hanyalah sebuah ungkapan doa yang ditemukan Decky setelah usahanya berjalan beberapa bulan menggunakan brand Salakka. Decky berharap usahanya ini bisa laku dan memberikan kesejahteraan secara ekonomi bagi banyak orang, khususnya petani salak di Jogja.

Ada beberapa produk yang dihasilkan Decky dari brand Salakka ini seperti bakpia, cake, coklat, saltar, dan lain-lain. Bagi yang baru mendengar nama “saltar” mungkin bertanya-tanya. Apa itu saltar? Saltar merupakan jenis kue yang hampir mirip dengan nastar. Hanya saja, saltar ini bahan dasarnya dari buah salak. Makanya dinamakan saltar, singkatan dari salak tart. Begitulah, Decky ingin menjadikan semua produk yang ada memakai bahan dasar salak, tepatnya salak pondoh. Salak pondoh yang tadinya hanya dijual di dalam keranjang, diolah lagi menjadi produk-produk lain dengan kemasan yang lebih modern dan tentunya punya nilai jual yang lebih menguntungkan.

“Berawal dari melimpahnya potensi salak pondoh di Jogja dan belum ada yang mengonsep salak pondoh menjadi sesuatu yang lebih menarik. Dari situ, Salakka hadir untuk mengolah salak pondoh dengan berbagai macam olahan terutama cake dan bakpia,” tutur Decky.

Buah salak pondoh memang sangat berlimpah di Jogjakarta. Jogjakarta menjadi kota penghasil utama pertanian salak pondoh yang sudah sangat terkenal ini. Salak pondoh ini disinyalir juga merupakan buah asli yang pertama kali di budidayakan di Kota Pelajar tersebut. Seperti yang dikatakan Decky, ia melihat petani-petani salak pondoh di sana yang belum bisa mengolah salak pondoh dengan tampilan produk lain. Maka termotivasi untuk membantu petani salak pondoh agar bisa naik kelas dan bisa membantu kesejahteraan ekonomi mereka, Decky mengenalkan Salakka.

Mimpi Decky pun terwujud, bahkan melalui brand Salakka, Decky menjadi pionir pengolahan salak pondoh menjadi produk yang lebih modern. Decky berusaha meng-cover salak pondoh dari semua petani di Jogja dengan cara membeli salak mereka dengan harga 40% lebih tinggi dari harga yang diberikan para pengepul atau tengkulak. Alhasil, para petani pun antusias dan menyambut baik tawaran Decky.

Decky juga memberikan lapangan kerja baru bagi ibu-ibu di sekitarnya untuk membantu mengupas salak-salak yang akan diolah. Tentu saja ibu-ibu tersebut sangat senang dengan pekerjaan baru ini karena mereka akan mendapatkan komisi dari hasil kerja mereka. Di showroom-nya, Decky juga menerima produk-produk lain yang diolah para petani dan mitra-mitra UKM seperti keripik, sirup, dodol, wajik, dan lain-lain.

“Mereka yang punya produk berbahan dasar salak bisa dititipkan di show room Salakka. Sekaligus kita juga akan memberikan binaan agar bisnisnya bisa lebih baik, misalnya bagaimana membuat berbagai inovasi dan membuat kemasan yang menarik, dan lain-lain,” kata Decky.

Buka Peluang Usaha

Salakka juga membuka peluang usaha untuk menjadi agen-agen yang membantu penjualan produk-produk Salakka dengan sistem bagi hasil. Ada dua cara sistem bagi hasil di dalam keagenan Salakka. Pertama agen bisa menggunakan sistem dropship, yaitu dengan cara mengambil stok produk yang kemudian dijual. Agen dengan sistem dropship akan mendapatkan bagi hasil keuntungan dari Salakka setelah produk laku. Sistem yang kedua adalah dengan cara beli putus, yaitu agen bisa membeli putus beberapa produk yang akan dijual lagi. Agen dengan beli putus akan mendapatkan diskon agar bisa mendapat untung dari produk yang akan dijual.

Sayangnya, untuk saat ini, Salakka masih membatasi agennya di sekitar Jogja saja. “Sementara ini kami hanya menerima agen di sekitar Jogja saja. Kami ingin konsentrasi disini dulu untuk mengembangkan Salakka. Lagi pula, kalau terlalu jauh takutnya akan kepotong dengan masa kadaluarsa produk. Waktu jualnya jadi lebih sedikit,” jelas Decky.

Decky menuturkan, sejak didirkan pada awal tahun 2010, progress Salakka terus mengalami kenaikan. Ke depannya, dinilai Decky semakin cerah dan bisa berkembang besar. Salakka memang pernah mengalami penurunan sewaktu terjadi bencana erupsi Gunung Merapi pada bulan November tahun 2010 lalu. Akibat bencana itu bahan baku salak menurun drastis sehingga mengakibatkan terhambatnya produksi. Tapi masalah tersebut kini sudah bisa diatasi. Decky sudah bisa mendapatkan stok salak pondoh yang cukup dan bisa memproduksi lebih banyak lagi.

Kini Decky sudah mendirikan dua showroom Salakka yang cukup besar di Jogja. Dalam kondisi normal atau hari biasa, Decky bisa menjual hingga 100 kotak dalam waktu sehari di tiap show room-nya. Harga jual tiap kotak berkisar dari mulai Rp 7 ribu hingga Rp 30 ribu tergantung jenis produknya. Di bawah payung perusahaannya, Terminal Sukses Corporation, Decky juga akan mengembangkan salak pondoh ke jenis produk lain, tidak hanya produk kuliner. Salah satunya adalah produk bio etanol dari olahan limbah salak. Produk lainnya seperti minyak tanah, gas, kertas, pupuk organik, dan sebagainya juga akan dikembangkan ke depannya.

“Yang pasti kami akan konsentrasi penuh di salak pondoh. Kami akan meng-cover semua yang berhubungan dengan salak. Termasuk juga program pariwisata dengan objek perkebunan salak yang sudah berjalan akan terus kami kembangkan. Harapan kami yang paling utama saat ini adalah ingin agar para petani salak pondoh bisa lebih sejahtera dan Salakka bisa menjadi alternatif oleh-oleh favorit di Jogja,” begitu Decky memaparkan.

Rahmat HM

 

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery