Bambang Subagio Hadiwidjojo – Tak Pernah Lelah Mencetak Pemimpin Bisnis

Posted by at 1:31 pm 0 Comment Print

Bagaimana tangan dingin Bambang Subagio mencetak pemimpin bisnis guna mencapai zona freedom?

Setelah sukses melejitkan Double Dips, Bambang Subagio Hadiwidjojo mulai mengembakan  property melalui BangunProperty atau PT Bahana Paramarta. Lho, kok dari F&B bisa loncat ke property? Maklum, Bambang Subagio mempunyai background tehnik sipil, dan sebelum ia terjun ke bisnis F&B, dirinya juga sudah menggeluti bisnis engineering. “Jadi saya tak canggung jika harus masuk ke property, karena inline dengan bidang saya,” katanya. Lalu, bagaimana caranya mengatur sistem dan tetap menjaga konsentrasi memantau semua bisnisnya? Ia punya tips, ada pembagian waktu yang tepat dan ketat dalam memantau bisnis.  Selain itu, semua ada SDM masing-masing yang konsen mengurus dan bertanggungjawab atas operasional bisnisnya. “Meskipun masih butuh keterlibatan saya, namun tidak penuh,” katanya.

Tim dan manajemen yang berbeda ini rupanya turut memudahkan Subagio dalam mengelola dan memantau pergerakan perusahaan-perusahaannya. Jika dulu ia hanya menganggap bahwa bisnis hanya untuk kepentingan pribadi, kini ia punya visi untuk mengembangkan bisnis dengan konsep baru, melahirkan sebanyak mungkin leader dan entrepreneur melalui jalur franchise. “SDM kita banyak yang punya kemampuan ke ssana, cuma mereka tidak mendapat arahan dan coaching yang tepat saja,” begitu kata Pria kelahiran Tulung Agung, Jawa Timur 1964 ini.

Begitu pula dengan mengembangkan diversifikasi usaha yang beragam. “Dengan mendirikan Bahana Paramarta, semua orang dapat menjadi Business owner dengan inti usaha pengembang perumahan. Hanya dengan bermodalkan tanah minimal 5.000 m2 dan kapitalisasi yang relatif minim, masyarakat dapat menjadi developer,” katanya.

“Bahama Paramarta menawarkan paket sistem manajemen dan sumber daya manusia untuk mengembangkan lahan dan kapital yang telah dimiliki oleh investor baik individual, maupun badan hukum yang tertarik menjadi franchisee atau waralaba. Sistem yang kami tawarkan memiliki kelebihan autopilot management, great profit dan sustainable,” jelas Bambang.

Konsen Melahirkan Pemimpin Bisnis

Membangun imperium bisnis membutuhkan kesiapan yang panjang. Berhasil tidaknya sebuah imperium bisnis, dapat dilihat dari kemampuan sang owner, CEO, atau president director yang mengendalikan dan menahkodai sebuah bahtera bisnis. Di sini akan terlihat kecakapan, leadership, dan kemampuan menciptakan generasi penerus, atau orang kepercayaan, yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan bisnis. Nah, tak banyak CEO yang punya kemampuan tersebut. Dan salah satu dari sedikit orang itu adalah Bambang Subagio Hadiwidjojo, Owner Double Dips dan Bangun Property atau Bahana Paramarta. Dua perusahaan yang berbeda bidang dan garapannya. Namun, kecakapan Bambang membesut keduanya, membuatnya ingin terus menciptakan pemimpin bisnis yang sanggup membawa semua perusahaannya berjalan dengan sistem autopilot management.

Hal itu berangkat dari filosofinya dalam memandang SDM di sebuah perusahaan. Baginya, SDM merupakan aset dan bagian penting dari perusahaan. “Bagi saya, mereka adalah aset jika mampu meberikan kontribusi besar dan punya sense of belonging yang tinggi pada perusahaan. Biasanya, hal itu akan terlihat ketika masa kerjanya memasuki tahun kedua, dan ketiga,” ujarnya. Cara melihatnya, imbuh Bambang, dari awal chemistry-nya sudah kelihatan.

“Ini bisa dlihat dari interaksinya dengan tim dan pola penyelesaian pekerjaan cepat, akurat, dan sistematis,” katanya. Nah, metode screening yang dilakukannya pun cukup unik. Subagio enggan membajak SDM yang sudah pintar dan punya posisi kunci di sebuah perusahaan. Ia lebih suka mendidik SDM dari nol, dan bukan SDM kunci di perusahaan tersebut. “Saya akan bangun karakter, dan loyalitasnya, dan saya berikan dia jenjang karir yang baik jika semua kualifikasi dan syarat dipenuhi,” katanya.

Prosesnya tentu saja panjang. Sebab, katanya, proses screeningnya juga sangat ketat. “Kami berikan sesuatu yang tidak akan dia dapatan di tempat lain,” katanya. Biasanya, imbuh CEO yang punya background di tehnik sipil ini, mereka harus bekerja selama 2 sampai 3 tahun. “Baru akan ketahuan karakter dan jiwa kepemimpinannya,” katanya.

Hal tersebut benar-benar diimplementasikan di Double Dips dan Bahana Paramarta. Bahkan ia mengakui, bahwa metaode demikian sudah sejak lama ia terapkan di perusahaan engineeringnya. “Di sana saya sudah sukses menciptakan pemimpin,” katanya. Namun, sebagai pemimpin yang baik, ia harus menularkan visi dan misi perusahaan secara komprehensif. “Karena ruh perusahaan tetap ada pada owner dan foundernya, jadi kita tidak bisa lepas 100%. Awalnya kita amati, lihat, dan temukan SDM yang tepat dan qualified, setelah itu kita didik, dan jadikan dia pemimpin di unit bisnis kita, baru kita bisa freedom,” katanya. Ia menyontohkan, dari 4 departement yang ada di Double Dips, dua department sudah ia lepas dan serahkan sepenuhnya kepada professional. “Sebab, 5 tahun lagi, saya menargetkan akan freedom,” katanya.

Kiatnya dalam memotivasi tim atau SDM adalah dengan memberi contoh atau gambaran akan masa depan bisnis secara gamblang kepada anak buahnya. “Ini metode yang powerfull dan pasti mereka tidak akan lagi beralasan,” katanya.

Pesan Pada Calon Entrepreneur

Pesannya kepada generasi muda atau calon wirausaha adalah bahwa dalam berbisnis, faktor yang paling kritikal adalah memelihara trust atau kepercayaan yang telah diberikan orang lain kepada kita. “Pengusaha yang tidak dapat dipercaya, pasti akan bangkrut karena networkingnya tidak banyak dan track record-nya jelek,” katanya. Kedua, pengusaha harus berani menikmati proses jatuh bangun dengan baik. Sebab tidak semua bisnis dijalankan langsung bisa sukses, butuh proses panjang, dan itu tidak bisa instan,” katanya. Terakhir, network atau jaringan. “Jika network kita baik, saya berani jamin pasti bisnisnya juga akan berkembang, sebaliknya, jangan harap bisnis akan langgeng,” katanya.

Mahmud

Entrepreneur

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery