Warbrand – Rasa Istimewa, Harga Mahasiswa, Laba Mempesona

Posted by at 1:28 pm 0 Comment Print

Warbrand menyajikan menu  taliwang khas Lombok dengan harga terjangkau. Ke depan, warbrand juga akan dikembangkan dengan sistem kemitraan atau peluang bisnis. Bagaimana prospeknya? 

Dengan konsep warung  plus nuansa alami, terbuka, dan dipersepsi sebagai tempat nongkrong ala mahasiswa, Ramdeni berniat mengembangkan Warbrand (atau warung beranda) menjadi tempat makan mahasiswa dengan cita rasa khas Lombok dan menu taliwang yang menggugah selera bersantap. Ramdeni mendirikan Warbrand pada 18 Juni 2011 lalu. Variasi menu-menunya pun cukup lengkap. Seperti Ikan Bakar Taliwang, Ayam Bakar Taliwang, ayam beberok, ayam penyet khas sunda, coblang, dan aneka minuman lainnya.

Menurut Ramdeni, Owner Warbrand, bahwa menu Taliwang yang ada di warbrand berbeda dengan menu taliwang yang ada. Jika menu ayam taliwang pada umumnya di jual per ekor atau per paket, maka di Warbrand, menu tersebut dijual per potong dengan harga per porsi hanya Rp 15 ribu. “Harga tersebut sesuai dengan segmen mahasiswa,” katanya.

Kembangkan Pola Kemitraan

Perkembangan Warbrand saat ini secara omset dan pengunjung diakui Ramdeni atau yang akrab disapa Deni, terus meningkat. “Karena itu,  ke depan kami akan mengembangkan konsep kemitraan,” katanya. Saat ini, dirinya fokus untuk melakukan up selling, branding, dan kegiatan lain untuk meningkatkan kinerja atau performa outlet prototype yang siap dijadikan rujukan oleh mitra.

Investasi kemitraannya cukup terjangkau. Untuk modal gerobak dihargai sebesar Rp 15 juta. Harga tersebut, imbuh Deni, sudah termasuk booth, menu, dan perlengkapan lainnya. “Pokoknya sudah siap jualan,” katanya.  Sedangkan supportnya selain bumbu taliwang yang ia datangkan langsung dari Lombok,  seperti trasi dan racikan bumbu taliwang, dan mitra bebas membeli bahan baku seperti ayam dan ikan, di daerahnya masing-masing. Selain itu, mitra akan ditraining mengenai manajemen pengelolaan warbrand, marketing, dan operasional, dan lainnya. Uniknya, warbrand juga menerapkan konsep per level untuk tingkat kepedasan menunya, seperti S 1, S 2, S 3, dan drop out. “ S1 adalah seuhah 1 kali, S2 seuhah 2 kali, S3 seuhah 3 kali, dan dro uot seuhah berkali-kali,” katanya.

Konsep pemasaran yang ia kembangkan saat ini adalah word of mouth marketing (WOM). “Banyak konsumen kami yang datang karena tahu atau ada rekomendasi dari kawannya,” kata Mahasiswa yang sempat menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri 2011 wilayah Jawa Barat. Targetnya tahun 2012, bisa mengembangkan sampai 10 mitra.

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery