Wulan Ayodya (Chief Consultant UKMKU) – Harus Piawai Memposisikan Diri

Posted by at 1:17 pm 0 Comment Print

Ada beberapa kendala dan tantangan yang kerap dihadapi wanita wirausaha. Apa saja tantangan tersebut?

Belakangan ini makin marak wanita yang menggeluti profesi wirausaha. Sebagian pengamat melihat hal tersebut sebagai sebuah fenomena. Di satu sisi, fenomena ini dipandang sebagai sesuatu yang positif, karena dengan berwirausaha, wanita bisa membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Di sisi lain, wanita yang ingin berwirausaha juga harus melihat apa saja yang akan menjadi kendala dan tantangan yang akan mereka hadapi.

Wulan Ayodya, seorang wanita penggiat UKM dan pendiri UKMKU, mengatakan bahwa tantangan utama bagi wanita yang ingin berwirausaha adalah sulitnya membagi waktu antara mengurus keluarga dan usaha yang sedang dibangunnya. “Sering terjadi dilema untuk wanita dimana dalam rumah tangga ia harus berperan sebagai ibu yang penuh kasih. Sedangkan dalam berbisnis ia harus menjadi sosok yang keras, tegas, dan kuat,” jelasnya.

Untuk mengatasi itu, kata Wulan, wanita harus terus berlatih memposisikan diri untuk melakukan peran masing-masing. “Memang berat tapi itulah tantangannya”. Selain itu adalah masalah pembagian waktu antara porsi waktu dengan keluarga dan waktu untuk mengurusi bisnis. Apalagi jika dalam waktu yang sama terjadi tuntutan peran untuk dua hal sekaligus. Misalnya, ketika usaha sedang mendapat proyek yang memerlukan fokus dan konsentrasi maksimal, namun di saat yang sama, suami sedang sakit dan anak-anak tengah ujian sekolah. Tentunya hal tersebut akan membutuhkan energi dan kepintaran dalam berbagi porsi.

Wulan juga menyambut positif dengan fenomena makin maraknya pengusaha wanita. Wulan mengatakan, saat ini banyak wanita yang terjun berwirausaha dan menjadi pengusaha sukses. Wulan mencontohkan Martha Tilaar, salah satu pengusaha wanita idolanya yang telah meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Wulan mengagumi Martha Tilaar karena beliau adalah sosok wanita wirausaha yang merintis usaha dari nol. Martha Tilaar terus berproses mengembangkan usahanya mulai dari kecil sampai menjadi usaha berskala besar. Beliau juga punya latar pendidikan untuk menunjang usahanya. Kesuksesan yang diraih Martha Tilaar bukan sesuatu yang datang dengan mudah. Berbagai kendala dan tantangan ia hadapi dengan tekad kuat dan rasa optimis yang tinggi. Karena itulah, bagi Wulan, Martha Tilaar sangat tepat dijadikan inspirator bagi wanita yang ingin menggeluti wirausaha.

“Satu lagi yang saya sukai dari beliau, ia memilih bidang usaha yang sesuai dengan passion-nya (minatnya) dan fokus pada usahanya sehingga berkembang pesat sampai saat ini. Ini luar biasa, dimana ia menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga,” tutur Wulan.

Melihat kiprah Martha Tilaar ini, maka menurut Wulan, wanita yang ingin berwirausaha harus memiliki tekad yang kuat dan memilih usaha yang tepat untuk dirinya. Pilihan usaha yang tepat adalah memilih bidang usaha yang paling disukai dan dikuasai seluk beluknya. Selanjutnya wanita harus belajar agar bisa mahir dalam bidangnya, memiliki kesabaran, keuletan, serta kerja cerdas untuk berproses dalam pengembangan usaha. Selain itu, Wulan menyarankan kepada wanita calon wirausaha, atau wirausaha pemula, untuk bergabung di sebuah komunitas wirausaha. “Komunitas wirausaha sangat penting karena akan memberikan nilai tambah bagi usaha yang sedang dijalaninya”.

Sebaiknya, imbuhnya, wanita pengusaha ikut aktif dalam komunitas yang sesuai dengan kapasitas usahanya. “Dengan aktif di komunitas, tentunya akan menambah link, networking, dan sharing pengalaman dari orang lain yang bermanfaat bagi pengembangan usaha,” jelas Wulan.

Wulan juga menyoroti adanya beberapa kekurangan yang banyak dialami pengusaha wanita saat ini, diantaranya seringkali wanita kurang menyadari potensi dirinya yang masih berpeluang besar untuk lebih maju karena sudah sibuk menjalankan usaha dan keluarganya. Beberapa wanita kurang merencanakan usahanya untuk terus berkembang menjalani perusahaan berskala besar dengan cara yang lebih cerdas dan efisien. Cara memperbaikinya, menurut Wulan, adalah harus punya planning untuk belajar dalam berbagai hal. Wanita harus banyak belajar tentang manajemen, merancang sistem bagi usahanya, dan menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi dan efisiensi sehingga mampu mendapat profit yang besar.

“Saya berharap ke depan akan semakin banyak wanita-wanita pengusaha Indonesia yang dapat meningkatkan ekonomi keluarganya. Selain itu kehadiran mereka juga tentunya akan menciptakan lapangan kerja sehingga bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan negara ini,” pungkas Wulan.

Rahmat HM

Kolom Pengamat

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery