Yuni Yoyok (Owner dan Pendiri Omocha Toys) – Cerdaskan Anak Dengan Mainan Bermutu

Posted by at 1:11 pm 0 Comment Print

Sudah lebih dari 5 Tahun memproduksi mainan edukatif untuk anak-anak, Yuni ingin mencerdaskan anak dengan produk mainannya. Bagaimana perkembangan bisnisnya?

Tidak pernah terpikir dalam benak Yuni Yoyok, bisnisnya memproduksi mainan edukasi ini bisa berkembang besar. Wanita lulusan Tehnik Elektro ini dahulu pernah bekerja sebagai karyawan biasa. Tapi karena sibuk mengurus anak, Yuni pun berhenti dan mencari peruntungan dengan berwirausaha. Ide untuk menjual mainan anak muncul saat dirinya kesulitan mencari mainan edukasi untuk buah hatinya. Karena sulitnya mendapatkan mainan tersebut, akhirnya Yuni memutuskan untuk menjadi agen salah satu perusahaan yang memproduksi mainan edukasi.

“Kurang lebih 1 tahun saya jadi reseller. Tapi saya masih sering kesulitan karena kurangnya suplay produk dari produsen mainan edukasi. Dari situ saya berpikir untuk membuat mainan edukasi sendiri. Awalnya banyak masalah yang saya hadapi tapi Alhamdulillah sekarang bisa berkembang,” tutur Yuni mengisahkan awal dirinya mendirikan usaha mainan edukasi.

Tepatnya pada bulan Maret 2007, Yuni mendirikan usaha mainan dengan nama Omocha Toys. Berbagai masalah dan kendala telah ia alami selama membangun Omocha. Mulai dari masalah produksi, SDM, hingga masalah pemasaran. Yuni pernah mengalami kerugian dan sempat down. Tapi akhirnya ia bangkit lagi dan mencoba memperbaiki usahanya. Kini Omocha Toys yang telah ia perjuangkan bisa berkembang pesat dan besar.

Mengenai omset, Yuni memang tidak mengungkapkan secara nominal. Tapi bisa diperkirakan omset yang ia dapat itu pasti terbilang besar. Apalagi ia kini telah memiliki 30 orang pegawai yang harus ia gaji. Tiap bulan rata-rata Omocha Toys miliknya ini bisa memproduksi lebih dari 500 pcs mainan anak. Bahkan untuk mainan jenis puzzle, Omocha Toys bisa memproduksi hingga 2 ribu pcs tiap bulan. Pemasarannya sudah menjangkau hampir di seluruh Indonesia dan telah merambah hingga ke Negeri Jiran Malaysia. Dengan menggunakan konsep keagenan, Yuni telah bekerja sama dengan lebih dari 300 distributor di berbagai wilayah.

Yuni memilih untuk menggeluti mainan edukasi anak karena ia ingin memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak. “Tujuan saya ingin mengedukasi para orang tua agar melatih kecerdasan anak sejak usia dini. Saya ingin mainan edukasi ini lebih dikenal oleh semua kalangan. Saya berharap orang tua bisa menyisihkan uangnya untuk membelikan mainan yang mendidik bagi anak-anak mereka. Dengan begitu anak-anak bisa bermain sambil belajar dan melatih kecerdasan mereka,” kata Yuni.

Meski pikiran Yuni banyak tersita untuk usahanya, ibu dari 3 anak ini tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Apalagi usahanya ini ia jalankan masih di sekitar rumah sehingga sambil bekerja Yuni masih bisa tetap mengawasi anak-anaknya. Yuni meninggalkan rumah hanya sewaktu-waktu saja jika ada pameran atau untuk mengecek pesanan bahan baku. Hari Minggu Yuni meliburkan usahanya karena ia ingin menghabiskan waktu dengan keluarga. Begitulah Yuni mengatur waktu dan perhatian antara bisnis dan kewajiban mengurus keluarga.

Di dalam seminar dan diskusi-diskusi, Yuni sering mendorong ibu-ibu rumah tangga agar bisa memberdayakan diri dengan berwirausaha. Yuni mengatakan, wanita tidak perlu takut kewajiban rumah tangganya terbengkalai karena banyak usaha yang bisa dijalankan dari rumah. Selain itu wanita juga harus bisa mandiri meski penghasilan suami sudah cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga. Dengan berwirausaha, ibu-ibu bisa juga bisa lebih percaya diri dan mendapatkan banyak pengalaman positif.

“Ke depan saya ingin usaha mainan ini bisa berjalan dan berkembang terus. Saya ingin produk saya bisa memuaskan pembeli dan semakin banyak orang yang mau menggunakan mainan edukatif ini. Saya juga berharap pemerintah bisa memberikan dukungan kepada UKM seperti kami,” begitu harapan Yuni ke depannya.

Rahmat HM

Entrepreneur

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery