Yanti Isa (Founder and Brand owner Magfood Amazy) – Sukses di Dua Kuadran Sekaligus

Posted by at 11:58 am 0 Comment Print

Yanti Isa meroket bersama pekerjaan dan bisnis. Sebuah bukti shahih jika tidak ada penghalang bagi wanita untuk berjibaku di dua kuadran sekaligus.

Bekerja sambil berbisnis? Mengapa tidak! Dua hal tersebut bisa berjalan secara beriringan dan sama-sama pula menuai kesuksesan. Tengok apa yang telah dilakukan oleh Yanti Isa, Founder and Brand owner Magfood Amazy, yang sekaligus seorang profesional.

Keahlian wanita kelahiran 17 Mei 1967 ini dibidang product development , business development dan brand management  mengantarkannya menduduki jabatan top management di perusahaan multi nasional hingga saat ini. Namun, posisi “nyaman” tersebut tidak menghalaginya untuk terjun berbisnis.

Tahun 2001, Yanti mendirikan  PT Magfood Inovasi Pangan yang bergerak di bidang food seasoning and product development. Dari situ, Yanti kemudian menelurkan PT Magfood Red Crispy yang berkonsentrasi di chicken crips dengan 270 outlet. Belum cukup dengan dua bidang bisnis, ibu dua orang puteri ini kembali mendirikan Magfood Amazy di tahun 2007.

Kini, bisnis mini resto Amazy besutannya yang diawali dengan modal Rp 17 juta mampu menghasilkan omset miliaran rupiah per  bulan. Total outletnya berjumlah 120 buah dengan lebih dari 1000 orang karyawan secara jaringan. Hebatnya, hal tersebut dilakukannya tanpa meninggalkan perannya sebagai profesional.

Menurut Yanti, motivasinya mendirikan bisnis terjadi ketika bekerja di perusahaan asing. Dari  sana ia melihat banyak perusahaan berbasis UKM di Indonesia ini usianya hanya seumur jagung. Mereka juga tidak mencipakan leadership serta system yang benar bisa membuat bisnis berumur panjang. “Itu yang memotivasi saya mendirikan bisnis. Selain itu juga sebagai amal jariyah yang insyaAllah membawa berkah di dunia dan akhirat,” ulas Yanti. Hebatnya, kelihaiannya membesut bisnis tersebut  tanpa meninggalkan profesi sebagai professional di sebuah perusahaan multinasional.

Yanti memang berbeda dengan kebanyakan pebisnis yang lebih memilih berhenti bekerja untuk fokus membesarkan bisnis. Ia mengungkapkan tidak perlu mencuri-curi waktu jika memilih keduanya. “Nanti malah bisa gak berkah. Ambilah waktu libur atau cuti. Kuncinya di skill dan knowledge yang kita bangun,” papar Yanti. “Namun, jika belum bisa mengatur managerial, lebih baik fokus di satu tempat. Saya memang berbeda dengan pebisnis pada umumnya yang fokus hanya berbisnis. Sejak awal saya sudah mempersiapkan bisnis ini dengan menciptakan kader. Jadi saya tidak full operasional, sudah terkonsep sebagai auto pilot system,” tambahnya.

Dengan tetap memilih bekerja, ujar Yanti, banyak hal yang bisa ia serap kemudian diterapkan di bisnisnya seperti wawasan luas tentang managerial dan sistem. Pasalnya, saat ini ia tidak berada di level bawah.  Yang jelas, imbuhnya, secara core maupun level, bisnisnya berbeda dengan perusahan tempatnya bekerja. Selain iu, harus bisa mengukur potensi diri sendiri dan memposisikan di mana seharusnya berdiri.

Menyinggung peran wanita dalam berbisnis, penulis 15 buah buku ini memandang peluang wanita meniti karir baik sebagai professional apalagi pebisnis sangat terbuka lebar. Tentu saja hal tersebut kembali ke potensi yang dimiliki mereka. Ditambah lagi, sambung Yanti, Negara ini tidak membatasi kaum hawa untuk berkreasi dan beraktifitas. “Artinya, wanita punya banyak sekali kesempatan di Indonesia. Kita sebenarnya sangat beruntung berada di negeri yang idak membatasi kaum hawa untuk beraktivitas,” ujarnya.

Lalu, modal apa yang diperlukan? Menurut Yanti, uang bukanlah modal utama. “Yang pertama adalah orangnya. Awali dengan bermimpi. Namun harus direalisasikan dalam bentuk goal dan action yang realistic serta acceptable,” jelas Yanti.

Terakhir, ujar Yanti, jangan pernah melupakan peran keluarga. Sebab, support keluarga memiliki peranan yang sangat besar. “Sesibuk apapun, saya tetap menyusui anak selama setahun, saya bawa jalan kemana-mana. Dan wajib ijin suami. Repot memang repot, namun tetap saja itu merupakan tanggung jawab. Sama seperti di perusahaan. Tanggung jawab wajib dilakukan sang leader dalam keadaan apapun,” pungkas Yanti.

 

Syaiful Anwar

Entrepreneur

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery