Batik Bola – Kreatifitas Baru Usaha Batik

Posted by at 11:44 am 0 Comment Print

Menambahkan motif dan logo klub sepak bola pada baju batik ternyata mampu menarik minat konsumen dan memberikan keuntungan besar. Seperti apa pengelolaan dan prospeknya?

Sejak menggaungnya kasus pengakuan batik oleh negara tetangga sebagai budaya mereka, bisnis batik juga makin marak. Seolah kasus pengakuan tersebut menjadi cambuk yang menyadarkan kita betapa pentingnya menjaga kelestarian budaya bangsa. Kini banyak bermunculan pengusaha yang mengemas batik sebagai salah satu produk bisnis dengan keuntungan besar dengan mengakomodasi kreatifitas, inovasi, dan tetap menjaga ciri khas batik itu sendiri.

Salah satu kreatifitas itu adalah mulai dikenalnya produk batik dengan motif dan logo klub sepak bola. Batik ini dikenal dengan sebutan “Batik Bola”. Ide tersebut muncul dari beberapa pengusaha batik yang masih muda. Para pengusaha batik yang juga penyuka bola tersebut memadukan antara motif batik yang kemudian dimodifikasi dengan logo dan warna dominan dari suatu klub sepak bola. Jadi selain untuk menjaga kelestarian budaya batik, mereka juga bisa menyalurkan kesukaan mereka terhadap sepak bola melalui motif logo klub sepak bola  di dalam baju bercorak batik tersebut.

Batik Bola Narini: Berawal Dari Kecintaan Pada Sepak Bola

Batik Narini merupakan salah satu pemain dari kreatifitas usaha batik bola. Didirikan oleh seorang lelaki pecinta sepak bola, Ananda Ratya Wardana, Batik Narini mulai memasarkan batik bola awal tahun lalu. Sebagai pendiri dan owner Batik Narini, Nanda tertarik untuk memasarkan batik bola karena diawali dari kecintaannya pada sepak bola. Kecintaan pada sepak bola inilah yang banyak memunculkan ide-ide kreatif dalam membuat rancangan-rancangan motif batik klub sepak bola.

“Ide awal saya mendirikan Batik Bola Narini karena kecintaan saya akan sepak bola. Saya sangat suka klub sepak bola terutama klub-klub dari Eropa dan Indonesia. Dari situlah muncul ide untuk membuat sesuatu yang lain, menggabungkan batik Indonesia dengan klub-klub idola saya,” tutur Nanda.

Nanda kemudian memulai idenya ini dengan membuat beberapa sampel produk terlebih dahulu. Kemudian sampel tersebut ia publis secara online, baik melalui social media seperti Facebook dan Twitter maupun melalui blog pribadinya. Nanda tidak menyangka ternyata sampel produknya mendapatkan respon yang sangat baik. Peminat batik bola ternyata sangat banyak terutama batik-batik berlogo klub sepak bola dari Eropa.

Melalui promo di media online dan pemasaran door to door, Nanda mulai mendapatkan banyak pesanan. Dari situ, Nanda kemudian lebih serius lagi untuk merancang dan memproduksi batik bola. Apalagi Nanda memang sebelumnya sudah punya pengalaman di bidang garment. Jadi setiap kendala dan kesulitan baik dari segi bahan baku maupun pemasaran bisa diatasi Nanda dengan mudah.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan berkembang pesat. Sebelum merambah ke batik bola, kami sudah jalan di dunia garmen. Jadi semua bisa berjalan dengan baik,” kata Nanda.

Batik Bola Narini yang dikelola Nanda di Kota Pelajar Jogjakarta ini memang menunjukan perkembangan yang pesat meski baru setahun berjalan. Pesanannya terus bertambah dan makin banyak orang tertarik dengan model batik bolanya. Dari usaha ini Nanda mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta tiap bulannya. Dengan menggunakan sistem keagenan, Batik Bola Narini sudah memasarkan produknya ke seluruh Indonesia. Bahkan ada juga beberapa konsumennya dari Malaysia dan Singapura yang sudah menanyakan tentang Batik Bola Narini.

Mengenai prospek batik bola ke depan, Nanda mengatakan kalau dirinya sangat yakin usahanya ini akan memiliki prospek yang bagus. Apalagi dalam waktu dekat ini akan digelar pesta sepak bola Eropa 2012. Prospek cerah dari bisnis batik bola ini juga ditandai dengan makin bertambahnya pengusaha lain yang memproduksi produk sejenis. Waktu demi waktu persaingannya terlihat makin ketat. Tiap pengusaha batik bola berusaha menunjukan kreatifitasnya dengan menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam mengolah batik bola.

“Karena itulah usaha ini sangat memerlukan kreatifitas yang tinggi hingga mampu membuat produk yang lebih unik dan berkualitas. Selain itu kita juga memerlukan manajemen dan SDM yang kuat dan handal,” ungkap Nanda. Ia berharap Batik Narini miliknya bisa merambah ke seluruh benua di dunia dan  tidak lagi dibajak oleh negara lain.

Rahmat HM

Fashion Ide Usaha

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery