Romawi Pancake – Sentuhan Laba Dari Maestro Pancake

Posted by at 2:27 pm 0 Comment Print

Salah satu varian rasa Romawi Pancake adalah pancake ber-topping donut. Seperti apa labanya?

Pancake merupakan makanan asal Rowawi. Mereka dulu biasanya membuat pancake untuk sarapan pagi. “Mereka cuma memggunakan butter atau madu,” kata Bedi Zubaedi, Owner Romawi Pancake. Seiring waktu, pancake kini merupakan penganan yang banyak digemari orang. Apalagi, sambung Bedi,  sekarang pancake dikemas dengan toping aneka rasa dan dikemas pakai es cream ada saus strawberry, coklat, dan lainnya. Bahkan, ia menambahkan, sampai sekarang  orang luar negeri membuat pancake untuk sarapan saja.

Nah, agar sesuai dengan negeri asalnya, Bedi Zubaedi membesut sebuah brand dengan sistem peluang usaha (business opportunity) dengan nama Romawi Pancake. Menurut Bedi Zubaedi, pancake baru booming di Indonesia sejak 3-4 tahun lalu, semua pemainnya berada di mall dengan varian rasa dan  topping yang sama. Inilah yang membedakan antara pancake buatan Bedi dengan pancake-pancake yang lebih dulu hadir menyapa pasar Indonesia. “Saya buat Romawi Pancake itu pakai booth, bukan resto,” katanya.

Apa pertimbangannya? Bedi menjawab karena peminat pancake banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah. “Harga produknya paling mahal mencapai Rp 7 ribu sudah pakai es cream, dan aneka topping lainnya, bahan baku dan rasa bisa diadu tidak kalah dengan pancake yang ada di mall,” kata Bedi menjelaskan. Letak keunikan Romawi pancake terletak pada toppingnya yang beraneka rasa, warna, dan ragam. Salah satunya adalah topping donat, tiramizzu, kacang, coklat,  selain yang original. Dan topping donut ini ini digoreng tanpa minyak.

Ia mengatakan, bahwa bisnis kemitraan Romawi baru saja ia mitrakan pada Maret 2012 ini dan langsung membuka 5 gerai. Lalu, mengapa Rowami Pancake tidak lagi menggunakan strategi grilya? Ia menjawab, ini merupakan bagian dari strategi. “Untuk pancake ngapain grilya, langsung masuk ke tengah kota dan menancapkan dominasi kita di Jakarta,” katanya.

Karena bisnis merupakan hal yang bisa ditebak dengan hanya satu jawaban matematis semata, maka Romawi Pancake selalu mengevaluasi dan mengadakan perbaikan dalam setiap proses bisnisnya. “Karena yang kerja adalah manusia, bukan mesin, kita harus selalu update SOP, strategi marketing, dan system operasional yang baik dan sempurna, setiap waktu kita lihat mana opsi yang lebih memungkinkan untuk dijalani,” katanya.

Saat ditanya, mengapa bisnis Romawi Pancake menggunakan booth bukan di Mall sebagaimana pendahulunya? Lagi-lagi Bedi berkilah bahwa ini merupakan strateginya untuk menjaring entrepreneur pemula yang harus didampingi dengan benar. “Untuk menekan biaya operasional, low cost tetapi kualitas dan rasa berani diadu,” katanya.

Karena pancake selama ini hanya populer di kalangan menegah atas saja, jelas Bedi, maka Romawi pancake akan memaksimalkan peran edukasi dan promosi. “Banyak pelaku bisnis yang menggunakan booth menyasar menengah ke bawah hidup, marketnya lumayan besar, konsepnya take away cocok untuk oleh-oleh atau buah tangan” katanya sembari berpromosi.

Edukasi, imbuhnya, tidak akan lama, karena orang Indonesia suka manis. “Lihat saja potensi dari martabak, pancake ini mirip-mirip tipis dengan martabak. “Cita-cita saya seperti martabaknya Indonesia,” katanya. Strategi lain untuk bisa sustain adalah dengan membuat variasi produk yang beragam, saat ini, katanya, Romawi Pancake sedang persiapan membuka 5 booth dan sedang pesan 50 booth. “Semuanya punya calon franchisee atau mitra,” ujarnya.

Untuk menjadi mitra Romawi Pancake, investasi yang dibutuhkan cukup terjangkau. Bedi mematok harga kemitraannya senilai Rp 16 juta, sudah termasuk bahan baku pertama, booth, dan semua perlengkapan lainnya. “Nilai tersebut sudah mencakup biaya perlengkapa usaha dan siap jualan,” katanya. Dalam hitungannya, mitra akan BEP selama 14 bulan. “Impian saya ingin menyajika makanan berkualitas dan terjangkau. Karena yang buat makanan mahal itu overhead-nya” katanya. Nah, siapa mitra selanjutnya?

Mahmud

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery