Jogist – Menguak Laba Dari Kemitraan Kaos Gila

Posted by at 11:27 am 0 Comment Print

Dengan desain-desain kocak, ada edisi guyonan gila, canda pengusaha, dan canda gila lainnya. Bagaimana peluang bisnisnya?

Jogist merupakan brand kedua Saptuari Sugiharto, Owner Kedai Digital yang fokus berjualan mug, dan accessories lainnya. “Saat ini Kedai Digital sudah ada yang pegang, saya fokus membesarkan Jogist,” ungkap Saptuari saat temui di Jakarta, akhir Januari silam.

Sejak lama Saptu-demikian panggilan akrab pengusaha nyentrik dari Jogja ini, mendambakan produk yang bisa dijual secara ritel dengan konsep yang gaul, berisi plesetan khas Jogja, dan non Jogja, serta kata-kata humor dan canda yang membuat orang tergeleng-geleng dan bertanya-tanya apa maksud dari tulisan itu.

Memang, ia mengakui, di Jogja sudah ada Dagadu dan beragam produk kaos serupa yang non Dagadu. “Tetapi saya memadukan guyonan khas Yogya dan guyonan pengusaha, mahasiswa, dan umum,” katanya. Ternyata, respon pasar cukup baik. Dengan kaos bertema apa saja-demikian Saptu  menyebutnya, banyak digemari berberbagai kalangan.

Jogist yang didirikan tanggal 28 Maret 2011 pun dijual secara online dan mencari banyak reseller dan distributor. Peluang bisnis ini terbuka bagi siapun yang suka narsis dengan kaos. Untuk mitra distributor Saptu mematok nilai investasi sebesar Rp 25 juta sudah dapat booth dan 200 kaos  dan siap berjualan di mall. “Itu di luar tempat,” katanya. Untuk tempat, ia memberikan rekomendasi di mall dan hotel-hotel yang sesuai dengan target marketnya.

Harga distributor cukup menjanjikan margin yang lumayan tinggi. “Harga distributor sebesar Rp 45 ribu untuk kaos berwarna putih dan Rp 49 ribu untuk warna,” katanya.  Sedangkan harga jualnya ke konsumen akhir mencapai Rp 75 ribu sampai Rp 90 ribu per pcs. Uniknya, desain-desain Jogist banyak yang berhubungan dengan canda pengusaha, seperti Tangan Di  Atas yang sempat booming pada saat berjualan di Pesta Wirausaha TDA 2012 dengan angka penjualan yang fantastis terjual lebih dari 400 pcs dengan nilai sebesar Rp 22, 4 juta. “Mantap bukan, karena saya langsung yang melayani pembeli,” kata Saptu sambil tertawa terkekeh-kekeh. Stand Jogist selalu penuh pengunjung dan penasaran dengan desain-desain kaos yang baru.

Lalu, mengapa Saptu rela membangun brand baru dan tak betah duduk nyaman? Ia mengambil contoh Steve Job, pendiri Apple yang tiba-tiba mengeluarkan Ipad dan menpublikasikannya ke public. “Pada saat itu orang bertanya ada apa dengan Steve Job kok tiba-tiba mengeluarkan Ipad,” cerita Saptu. Karena ia memang ingin membuat orang penasaran dan akhirnya beli. “Saya pakai kaos tulisannya “Minggu Depan Saja” sudah banyak yang tanya dan mau beli, dari situlah inspirasi itu mengalir,” katanya.

Selain itu, ia juga berkolaborasi dengan beberapa pengusaha lainnya dan co-branding dengan Denni Delyandri, Owner Kek Pisang Villa di Batam, Kick Andy yang kaoasnya akan dijual di studio Kick Andy dan website Jogist, serta Just Alvin dan Sentilan Sentilun Butet di Metro TV dan kaoasnya juga akan dijual pula di Toko Butet dan Website Jogist.

Targetnya, Saptu memprediksi semua mall dan hotel yang ada di Indonesia harus ada Jogist. “Mimpi saya menjogis-kan Indonesia,” katanya sambil tertawa renyah. Nah, anda berminat jadi mitranya?

Mahmud

Fashion Keagenan Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery