Jenang Kudus Mubarok – Dari Kudus Menyapa Dunia

Posted by at 10:41 am 0 Comment Print

Makanan tradisional dari Kota Kudus ini punya visi ingin menjadi produk berkelas dunia. Sejauh mana ekspansinya?

Salah satu makanan tradisional yang kini mulai banyak dikenal adalah jenang. Jenang merupakan makanan tradisional dari Kota Kudus, Jawa Tengah. Jenang atau yang juga sering di sebut dodol, kini muncul dengan kemasan yang lebih elegan dan berkelas. Tidak tanggung-tanggung, jenang ini juga dikonsep agar bisa menyasar ke berbagai penjuru dunia. Ekspansi pemasarannya tidak hanya di Indonesia tapi  sudah merambah hingga luar negeri.

Muhammad Hilmy merupakan salah satu pengusaha yang banyak berperan dalam mengenalkan produk jenang ke seluruh lapisan masyarakat Tanah Air dan luar negeri. Salah satu brand produk jenang Hilmu yang sudah cukup terkenal adalah Jenag Kudus Mubarok. Hilmy mengatakan jenang Mubarok sudah ada sejak lama namun dahulu jenang masih hanya sebagai cemilan biasa dan belum diperdagangkan.

“Jenang ini sudah ada dari dahulu, namun waktu itu jenang hanya sebagai penganan yang belum diperdagangkan. Menurut berbagai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, awal keberadaan jenang diproduksi secara masal dan diperjualbelikan itu dimulai oleh Generasai Pertama dari Jenang Kudus Mubarok,” ungkap Hilmy yang juga Direktur Utama Mubarokfood Cipta Delicia.

Sehingga, masih kata Hilmy, Jenang Kudus Mubarok merupakan pionir bisnis jenang. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya penghargaan sebagai Perintis dan Pengembang Industri Jenang Kudus dari Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2003. Perusahaan ini kemudian semakin eksis dan tumbuh berkembang sampai dengan Generasi Ketiga dengan trend yang positif. Saat ini Jenang Kudus Mubarok sudah menjadi market leader untuk produk serupa yang berjumlah lebih dari 50 produsen.

Jenang Kudus Mubarok telah berdiri sejak tahun 1910 di bawah naungan perusahaan Mubarokfood Cipta Delicia. Perusahaan ini merupakan perusahaan keluarga yang diturunkan dari generasi ke generasi, sampai dengan saat ini sudah sampai ke generasi ketiga. Pada generasi pertama produk jenang ini dijual tanpa merek dan kemasan, hingga pada tahun 1936 jenang ini mulai diberi merek yaitu ‘HMR’. HMR mengandung arti Haji Mabruri yang merupakan generasi pertama dan pendiri perusahaan Jenang Kudus Mubarok atau Founder CV Mubarokfoof Cipta Delicia.

“Waktu itu merek ini belum sempat didaftarkan sehingga tidak memiliki kekuatan hukum hak cipta. Baru pada Generasi Kedua mulai muncul pandangan yang lebih visioner terhadap produk dan kesadaran akan pentingnya melindungi merek. Suatu pemikiran yang masih sangat jarang dimiliki pengusaha terutama usaha makanan tradisionil,” tutur Hilmy.

Pewaris Jenang Kudus Generasi Kedua inilah, menurut Hilmy, yang menjadi tonggak awal majunya perusahaan. Seperti yang telah dikatakan oleh Hilmy pada Generasi Kedua ini mulai muncul berbagai inovasi dan kreasi dari produk jenang. Pandangan bisnis pada Generasi Kedua sudah lebih visioner agar bisa mengembangkan Jenang Kudus lebih besar lagi.

Pada Generasi Kedua inilah, sekitra tahun 1942, perusahaan mulai mengajukan merek dagang dengan nama “Sinar Tiga-Tiga”. Merek tersebut disetujui oleh Dirjen Merk dan Paten Departemen Kehakiman dengan dikeluarkannnya surat izin nomor: 188.4/1651/1946 tertanggal 9 September 1942. Sampai sekarang hak paten merek dagang tersebut terus diperpanjang. Untuk saat ini merek ‘Sinar Tiga-Tiga masih terdaftar di Departemen Kehakiman Republika. Indonesia Dirjen Hak Cipta, Paten dan merek dengan nomor: D98-11702-424554.

“Selain merek Sinar Tiga-Tiga, pada Generasi Kedua juga muncul merek unggulan Mubarok. Mubarok punya filosofi yaitu dapat memberi berkah. Jadi kami tidak hanya profit oriented tetapi juga berusaha agar bisa memberikan keberkahan dan manfaat yang besar pada orang banyak,” jelas Hilmy.

Dari waktu ke waktu, perkembangan Jenang Kudus Mubarok menunjukan trend yang cukup positif. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya produk yang dihasilkan, semakin luasnya jaringan pemasaran dan berbagai penghargaan yang diberikan. Peningkatakannya rata-rata antara 15% – 20% per tahun. Untuk pemasaran, produk Mubarokfood Cipta Delicia sudah merambah ke Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Jenang Kudus juga sudah mengekspor produk ke luar negeri seperti Hongkong, Australia, Malaysia, dan Saudi Arabia.

Jenang Kudus telah memiliki manajemen yang sangat baik. Mereka juga mempunyai konsep dan strategi pemasaran yang detail dan efektif. Ditambah lagi sejak tahun 2000, mereka sudah mempunyai laboratorium sendiri dengan didukung tenaga QC dan R&D untuk melakukan riset dan inovasi produk. Maka meski produk makanan tradisional, Jenang Kudus Mubarok sangat memungkinkan untuk bisa menjadi produk berkelas internasional. Dari Kudus menyapa dunia!

Rahmat HM

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery