Djoko Kurniawan – Bisnis Tour & Travel Semakin Menguntungkan

Posted by at 12:15 pm 0 Comment Print

Peluang bisnis Tour & Travel semakin prospektif. Penyebabnya, investasi murah, operasionalnya mudah, dan segmen pasar yang jelas, membuat bisnis ini kian berkembang.

 

Menurut Pengamat Marketing & Service Quality, Djoko Kurniawan, saat ini bisnis waralaba tour & travel memang sedang naik daun. Ini, katanya, terbukti dengan banyaknya tawaran waralaba di bidang ini. “Anda pasti sering menemui penawaran waralaba tour & travel, baik media cetak maupun melalui SMS di handphone. Harga waralaba yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari yang murah sekitar Rp 1 – 2 jutaan hingga yang cukup mahal,” katanya.

Djoko menilai, faktor yang mendasari perkembangan tersebut tak lain adalah biaya perjalanan yang semakin murah dan meningkatnya pendapatan perkapita di Indonesia. Tak hanya itu, investasi bisnis waralaba yang tidak terlalu besar juga mendorong banyak orang untuk mengambil waralaba di bisnis tour & travel,” katanya. Ke depan, ia menambahkan, prospek bisnis ini juga sangat bagus, karena semua orang memerlukan jasa ini, mulai dari kelas ekonomi bawah hingga menengah dan atas. Ditambah dengan kemudahan menjalankan bisnis tour & travel yang tak memerlukan fasilitas kantor. “Cukup memiliki komunitas yang baik, maka bisnis ini akan dapat berjalan dengan baik pula,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan, bahwa bisnis ini sangat rentan dipengaruhi oleh  kondisi ekonomi. Apabila keadaan ekonomi stabil, katanya, dan cenderung membaik maka bisnis ini akan semakin berkembang dengan baik. Sebab itu pula, imbuhnya, bisnis tour & travel juga sangat dipengaruhi oleh faktor keamanan. “Pada musim liburan bisnis tour & travel biasanya akan jauh lebih baik karena permintaan yang semakin meningkat,” katanya.

Banyaknya pemain di sektor usaha ini, memaksa pengusaha tour & travel juga harus memperhatikan faktor pelayanan. Hal ini dianggap penting oleh Djoko agar customer mau menggunakan jasa yang ditawarkan. “Service Excellence mutlak dijalankan agar Anda mampu bersaing untuk merebut hati customer. Service Excellence tidak hanya sebatas memberikan senyum yang tulus dan salam yang hangat, tetapi service excellence harus mampu memberikan solusi kepada customer. Untuk itu semua karyawan yang terlibat langsung dengan customer harus memiliki product knowledge yang baik dan memiliki communication skill yang handal. Semua karyawan juga harus memiliki mindset yang sama tentang customer service. Jika service culture sudah terbentuk maka service kepada customer pasti akan memuaskan,” katanya panjang lebar.

Ia menambahkan, jika customer merasa puas, ini berarti Anda (sebagai pengusaha) telah merebut hatinya dan mereka secara otomatis akan masuk ke dalam kelompok loyal customer. Lebih jauh lagi, sambungnya, mereka bahkan akan menjadi penyebar berita (brand ambassador) yang baik bagi bisnis Anda.

 

Ia menyarankan, sebaiknya pelaku bisnis tour & travel melakukan standarisasi layanan yang cepat dan akurat. Djoko menitikberatkan dua hal itu karena keduanya merupakan esensi dari service excellence. Untuk itu, ia menyarankan agar standarisasi yang dilakukan pengusaha meliputi semua lini, seperti standard penampilan, gesture dan posture, body language dan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi harus benar-benar diperhatikan ketika berhadapan dengan customer. “Anda juga harus memiliki Standard Operating Procedure (SOP) mulai dari salam (greeting), etika bertelepon, handling complaint, service recovery, dan lain-lain,” katanya.

Dalam menjalankan bisnis ini, sambung Djoko, kuncinya adalah komunikasi yang baik dengan customer. “Anda harus membuat customer mengerti secara jelas aturan main ketika mereka memakai jasa Anda. Customer harus tahu apa-apa saja yang bisa Anda bantu dan hal-hal apa saja yang diluar tanggung jawab Anda sebagai biro tour & travel. Dengan demikian customer tidak akan menyalahkan Anda ketika terjadi kesalahan dari pihak maskapai. Ini juga berarti Anda telah berusaha untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dengan customer,” katanya memberi petuah.

Nah, agar bisnis tour & travel langgeng, franchisor harus membantu franchisee sebagai mitra kerja. “Artinya, kapan saja franchisee memerlukan bantuan, franchisor harus bisa dihubungi dengan mudah. Dengan demikian franchisee merasa tidak jalan sendiri karena ada support system yang jelas dari franchisor,” katanya. Selain itu, imbuh Djoko, memberikan edukasi atau training secara berkala kepada mitra bisnis juga salah satu cara untuk mempertahankan kerjasama jangka panjang.

Karena itu, Djoko menyarankan kepada pelaku bisnis tour & travel, untuk terus membuat terobosan pelayanan dan service excellence yang prima. “Jangan pernah takut untuk berkompetisi di bisnis ini. Yang penting Anda harus menjalankan bisnis dengan niat yang baik dan berusaha untuk memuaskan customer. Jika kedua hal itu lakukan, maka bisnis Anda akan bisa berjalan lancar,” katanya.

 

Mahmud

Kolom Pengamat Tour and Travel

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery