Rocket Chicken : ‘Kami Menjual Bukti, Bukan Cuma Konsep’

Posted by at 3:21 pm 0 Comment Print

Rocket Chicken tidak hanya menjual konsep bisnis tapi juga bukti kualitas resep dan bisnis yang prima. Simak kedigdayaannya!

Yang paling menarik dari Rocket Chicken adalah kisah perjalan Sang Owner dalam membangun bisnis dengan produk utama ayam goreng ini. Rocket Chicken didirikan oleh seorang lelaki bernama Nurul Atik. Pria kelahiran Jepara 25 Juni 1966 yang kini menjadi big bosnya Rocket Chicken ini dahulunya hanyalah seorang cleaning service di CFC (California Fried Chicken). Dari mulai hanya sebagai tukang sapu dan cuci piring, jabatan Nurul di CFC terus naik hingga ia diangkat sebagai supervisor dan manajer. Namun posisinya yang cukup baik itu ia tinggalkan dan mulailah Nurul membangun usaha yang sejenis dengan CFC dengan brand sendiri.

“Sejak jadi cleaning service di CFC saya mendapat banyak ilmu dan resep, planning, cara memotivasi staf, serta manajemen restoran. Di situlah saya mulai punya impian untuk mendirikan restaurant fried chicken,” tutur Nurul.

Kurang lebih 10 tahun Nurul bekerja di CFC hingga punya jabatan yang cukup penting di sana. Namun jabatannya yang cukup tinggi itu tidak serta merta membuatnya terlena. Jiwa entrepreneur terus membara dalam diri Nurul. Makin lama ia merasakan harus segera melepas predikatnya sebagai karyawan. Nurul ingin segera mewujudkan impiannya untuk membuka usaha sendiri. Apalagi banyak rekan-rekan sejawat Nurul yang turut mendukung cita-citanya. Hingga tercetuslah ide untuk mendirikan Rocket Chicken ini. Nurul mengatakan kalau konsep brand Rocket Chicken ini ia buat hanya dalam waktu satu bulan.

Mulanya Nurul meminta agar kakaknya yang mendirikan restoran dengan brand Rocket Chicken. Tapi kemudian ia berpikir bahwa bersama team, Nurul bisa mendirikan sendiri usaha restoran dengan produk unggulan ayam goreng ini. Nurul pun membuat konsep yang lebih matang sambil meracik bumbu yang tepat untuk produknya. Sampai akhirnya, Nurul berhasil membuka cabang pertama Rocket Chicken di Jalan Wolter Mongonsidi, Semarang pada tanggal 20 Februari 2010. Di gedung milik kakaknya ini Nurul mulai beroperasi mengenalkan brand restoran Rocket Chicken. Omset cabang pertamanya saja sudah cukup tinggi hingga menembus angkat Rp 5 – 6 juta per hari.

Nurul mengembangan Rocket Chicken dengan menggunakan sistem kerja sama berkonsep franchise. Nurul mengatakan bahwa alasannya menggunakan konsep franchise karena ia ingin sekali berbagi dan mendorong pengusaha-pengusaha baru dengan modal terjangkau. “Saya punya tujuan ‘Mau Berbagi’, karena itulah saya pakai konsep franchise agar bisa mendorong pengusaha-pengusaha baru yang punya modal terjangkau. Dengan modal terjangkau mereka bisa punya suatu usaha di bidang makanan yang dapat dikelola oleh peroangan atau berbadan hokum,” jelas Nurul.

Sejak menggunakan konsep franchise ini, Rocket Chicken terus mengalami perkembangan dalam waktu yang cukup singkat. Meski Nurul tidak pernah mengikuti pameran franchise dan semacamnya tapi tawaran untuk bermitra berdatangan dari berbagai kalangan. Salah satu penyebabnya adalah karena sebelumnya Nurul memang sudah banyak dikenal saat ia masih bekerja di CFC. Posisinya sebagai manajer areal di CFC mengharuskan dia pergi ke berbagai tempat untuk melakukan kunjungan dan melakukan training. Hingga saat ini Rocket Chicken milik Nurul telah membuka sekitar 126 cabang di berbagai wilayah di Indonesia.

Total investasi yang untuk menjadi mitra Rocket sekitar Rp 150 – 160 juta belum termasuk biaya sewa gedung. Mitra akan dikenakan franchise sebesar Rp 20 juta untuk jangka waktu 5 tahun. Nurul menarik royalty fee sebesar 4% di tahun pertama dan tahun berikutnya 5% atau profit sharing 25% dan 75%. Untuk tiap cabang Nurul berani menargetkan bisa meraup omset hingga Rp 65 juta per bulan.

Apa yang membuat orang tertarik menjadi mitra Rocket Chicken? Nurul sendiri tidak tahu pasti mengenai hal tersebut. Menurut Nurul saat calon mitra sudah tahu dan kenal dengan Rocket Chicken biasanya mereka akan langsung 100% tertarik untuk ikut buka cabang. Yang pasti menurut Nurul, investasi di Rocket Chicken jauh lebih ringan dibanding franchise sekelas fried chicken lainnya. Selain itu Nurul dengan tegas menyatakan kalau Rocket bukan hanya menjual konsep tapi juga menjual aktualitas, bukti yang nyata. Rocket Chicken telah terbukti sebagai brand awareness dan mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat. Apalagi Nurul sendiri memang sudah berpengalaman sepuluh tahun ikut mengelola dan mengembangkan CFC. Pastinya pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi Nurul dalam mengembangkan Rocket Chicken lebih cepat dan lebih besar lagi.

Mengenai brand Rocket Chicken yang kini juga diakui oleh pengusaha lain, Nurul menanggapi cukup serius hal tersebut. “Kami sebetulnya tidak ingin terjadi permasalahan dengan brand tersebut. Namun sepertinya mereka menghendaki brand yang telah kami pakai ini. Padahal saya sudah daftar di HAKI sejak Maret 2011 dan sudah terima sertifikatnya April lalu. Saat ini kami sedang berusaha untuk menyelasaikn masalah ini,” papar Nurul.

Tapi yang pasti, kata Nurul, Rocket Chicken miliknya memiliki kualitas rasa yang berbeda dengan yang lainnya. Sekali lagi Nurul menegaskan kalau dirinya tidak menjual konsep tapi menjual aktualitas/kenyataan. Produk Rocket Chicken miliknya memiliki kualitas rasa yang tidak bisa ditiru dan ditandingi. Kualitas inilah yang akan terus ia jaga dan kembangkan untuk kemajuan Rocket Chicken.

Rahmat HM

 

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery