Pesta Wirausaha TDA 2012 : Gerakkan Sektor Riil, Gelorakan Beli Indonesia

Posted by at 3:09 pm 0 Comment Print

TDA menjadi komunitas bisnis yang semakin didengar dan diperhatikan kiprahnya dalam pengembangan entrepreneurship di Indonesia.

Komunitas wirausaha Tangan DiAtas (TDA) kembali menggelar event akbar Pesta Wirausaha TDA 2012. Acara kali ini digelar di Gedung Smesco, Jakarta Selatan. Event yang diikuti 1.400 peserta ini berjalan sukses dan meraih. 120 stand expo yang menampilkan produk para anggota TDA penuh terisi. Ruangan seminar dengan kapasitas 1500 orang juga dipenuhi peserta. Acara berlangsung selama 2 hari, 28 – 29 Januari 2012.

Menurut President TDA, M. Rosihan, bahwa acara Pesta Wirausaha TDA tahun 2012 ini merupakan titik tolak untuk menumbuhkan geliat wirausaha UKM di Indonesia. ”Kami ingin buat inkubasi bisnis UKM yang terarah, terbina, mandiri dan kreatif. ”Jadi kami tidak mau lagi melihat entrepreneur yang kelihatan sukses, kelihatan kaya. Kalau kaya kaya sebenarnya, kalau sukses, sukses sebenarnya,” kata Rosihan dalam jumpa press dengan wartawan sesuai acara pembukaan Pesta Wirausaha TDA akhir Januari silam. Selain itu, dengan acara ini, TDA juga ingin menggerakkan UKM Indonesia untuk bangkit menjadi tuan di negeri sendiri dan menggelolarakan semangat member produk Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Chairul Tanjung (CT), Pemilik CT Corporation yang juga dikenal sebagai raja media. Dalam paparannya, ia menyampaikan, bahwa apa yang digagas dan dilakukan TDA ini merupakan hal patut diapresiasi dan didukung oleh semua pihak. ”Karena pada saat saya mengawali usaha 30 tahun lalu, tidak ada yang mengajarkan entrepreneurship dan mengajak saya untuk bergiat di komunitas bisnis seperti ini,”  katanya. Jadi, kata CT, dirinya waktu itu memang punya niat kuat ingin jadi pengusaha. ”Dan itu tidak ada yang membimbing seperti sekarang ini,” katanya. Tak heran, katanya, jika ia harus jatuh bangun dalam waktu yang cukup lama dengan kekuatan sendiri pula.

Bedanya, saat ini yang mau jadi pengusaha banyak. ”Wajar kalau kompetisinya meningkat,” katanya. Namun, CT menilai, ada nilai postifnya, karena Indonesia harus mengembankan wirausaha, dan kemajuan bangsa ini tergantung dari seberapa banyak orang yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sehingga tingkat kemiskina menjadi rendah dan kesejahteraan bisa terangkat naik.

Tak hanya CT, Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang tidak masuk dalam jadwal pembicara, menyempatkan diri untuk menyampaikan buah pikirnya kepada peserta Pesta Wirausaha TDA 2012. Mantan orang nomor 1 PLN ini menyampaikan, 8 tahun lagi ekonomi Indonesia akan berkembang luar biasa besar. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia ketika itu diprediksi diangka 6000 USD. Hal itu dapat menjadi peluang bagi para pelaku bisnis lokal untuk ikut mewarnai dunia ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan juga mengungkapkan, untuk menjadi pengusaha sukses, tidak boleh tragu dalam menghadapi tantangan bisnis, apalagi takut bangkrut. “Bangkrut itu penting dalam bisnis. Pengusaha sukses biasanya pernah mengalami kebangkrutan. Jatuh bangun itu biasa dan merupakan proses untuk pembelajaran. Saya doakan agar anggota TDA, apalagi yang usianya masih muda bisa secepatnya merasakan bangkrutagar bisa secepatnya bangkit lagi. Dan, ketika ekonomi Indonesia nanti sudah semakin besar, semua pengusaha anggota TDA sudah benar-benar siap menjemput peluang bisnis yang tersedia. Tidak ada yang bangkrut lagi,”ujar Dahlan yang disambut tepuk tangan peserta Pesta Wirausaha TDA 2012.

Selain CT dan Dahlan Iskan, pengusaha muda Sandiaga Uno juga tampil sebagai pembicara. Lalu ada Happy Trenggono yang belum lama ini memproklamirkan gerakan beli Indonesia, Jami Azzaini (Inspirator Sukses Mulia), Asep Khairul Gani (Praktisi HRD, NLP &Hypnotherapi), Merry Riana (Penulis ’Mimpi Sejuta Dolar), Sumardy (CEO Buzz&Co), Arief Budiman (Petakumpet), dan lainnya. Lewat acara yang digelar, TDA semakin meneguhkan diri sebagai komunitas pengusaha UKM yang layak diperhitungkan.

BO Event

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery