Renyahnya Bisnis Fried Chicken Berkonsep Resto

Posted by at 3:32 pm 1 Comments Print

Kuliner Fried Chicken

(CFC, Quick Chicken, Red Crispy)

Ada tiga brand lokal yang terbukti eksis menggeluti bisnis fried chicken berkonsep resto. Apa yang membuat mereka eksis dalam waktu yang lama? Serenyah apa prospek bisnis fried chicken  berkonsep resto ini?

Sejak munculnya produk fried chicken yang dibawa KFC (Kentucky Fried Chicken) ke Indonesia, banyak orang tertarik untuk menggeluti bisnis kuliner cepat saji ini. Pengusaha-pengusaha lokal pun bersaing membuat brand baru. Banyak bermunculan brand lokal baru dengan produk utama fried chicken ini. Fried chicken merupakan makanan cepat saji berbahan dasar daging ayam yang dibalut tepung. Para pengamat dan pengusaha mengatakan kalau bisnis fried chicken memang sangat prospektif. Meski persaingannya ketat tapi peminatnya tetap ada.

Kualitas produk menjadi penyebab utama apakah fried chicken akan diminatia atau tidak. Selain itu inovasi, service, dan manajemen juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan jika ingin sukses menggeluti bisnis fried chicken. Pengusaha yang tertarik ingin mencicipi renyahnya bisnis fried chicken ini bisa mencontoh tiga brand lokal besar yang sudah eksis bertahun-tahun. Tiga brand lokal itu adalah CFC (California Fried Chicken), Quick Chicken, dan Red Crispy.

CFC, Bukan Cuma Ayam

Bukan Cuma Ayam, menjadi tagline brand CFC. Tagline ini memang tepat untuk CFC yang selalu menyajikan inovasi baru dari produk berbahan dasar daging ayam ini. Menu khusus yang disajikan seperti Fried Chicken, Chicken Strips, Spagheti Ayam, Chicken Teriyaki, Burger California, dan produk bercita rasa internasional lainnya telah membawa CFC hingga punya segmen pasar sendiri. Berdiri sejak   13 Desember 1983, kini CFC telah mengibarkan bendera melalui 220 gerainya di seluruh Indonesia. Sejumlah 45% gerai tersebut adalah milik investor terwalaba dengan investasi sebesar Rp 675 juta tiap gerai.

“Ada tiga hal yang kita lakukan agar tetap eksis dan bisa merebut pasar, yaitu menjaga konsistensi kualitas produk, inovasi desain interior, dan full service consumer,” ungkap Andi Suardi, Business Development Manager CFC Indonesia.

Quick Chicken, Renyah Harganya Serenyah Ayamnya

Brand milik Bedi Zubaedi inI sudah berdiri selama 11 tahun. Quick Chicken bisa eksis karena Bedi menerapkan konsep Costumer is our lawyer. “Saya ingin menjadikan pelanggan tidak sekedar loyal dengan brand kita tapi juga ingin agar mereka menjadi lawyer-nya kita,” kata Bedi.

Lawyer di sini maksudnya, pelanggan tidak hanya akan setia pada produk tapi juga menjadi pembela untuk menjaga brand image produk tersebut. Untuk menjadikan pelanggan sebagai lawyer tentunya juga harus dibuktikan dengan kualitas produk dan service yang baik. Secara produk, fried chicken olahan Quick Chicken ini memang punya keunikan sendiri. Quick Chicken punya resep rahasia yang menjadikan fried chicken-nya terasa renyah di luar tapi tetap jussy di dalam.

Bedi juga mengatakan kalau produk Quick Chicken ini selalu masuk tiga besar jika diadu dengan produk dari 4 brand internasional seperti KFC. Sejak pertama kali berdiri di Jogja, kini Quick Chicken telah punya lebih dari 179 gerai milik franchisee dengan investasi sekitar Rp 272 juta per gerai. Tiap bulan gerainya sanggup meraup omset hingga Rp 90 juta.

Red Crispy, Organic Fried Chicken

Mulai berdiri pada tahun 2002, Red Crispy ingin mengedepankan fast food yang sehat dan hieginis. Red Crispy sangat menjaga mutu fried Chicken dan produk lainnya agar menjadi makanan cepat saji yang aman dikonsumsi. Mulai dari pemilihan daging ayam yang dipotong secara manual hingga proses penggorengan yang menggunakan sistem semi vacum semua dijamin bersih dan bebas bahan kimia. Karena itulah Red Crispy selalu mengusung tag line Organic Fried Chicken.

Dengan tag line tersebut Red Crispy menjadi satu-satunya dan yang pertama menyajikan fried chicken organik. Bahkan, Gatot Sutoto, Owner Red Crispy menyatakan dirinya optimis bisa berkembang dan bisa bersaing dengan brand internasional sekalipun. Red Crispy telah mendirikan sekitar 300 outlet dari para mitranya yang tersebar di seluruh Indonesia. Investasi mitranya mulai dari Rp 39 juta hingga Rp 159 juta tergantung tipe investasi yang dipilih.

Rahmat HM

Info Usaha Peluang Bisnis Daerah

Related Posts

One Comment


  1. levitra 10mg rezeptfrei, 4 years ago Reply

    asi el consumo medico ha llegado a ser


Leave a Reply

Connect

Photo Gallery