UKM Perlu Dukungan Perbankan

Posted by at 8:00 pm 1 Comments Print

 Erwin Aksa

(Ketua Umum HIPMI Periode 2008 – 2011)

UKM saat ini berkembang pesat, namun Erwin melihat masih kurangnya dukungan dan keberpihakan pemerintah dan perbankan. Dukungan seperti apa yang harus diberikan kepada mereka?

Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia makin tumbuh dan berkembang pesat. Ditambah lagi kondisi perekonomian di negara kita juga sudah cukup bagus karena sudah mencapai 6,5%. Melihat kondisi ini harusnya UKM juga bisa ikut menikmati dan bisa mengikuti pasar-pasar bisnis yang tersedia. Yang terpenting dan patut dicermati saat ini adalah kredit rate suku bunga perbankan bagi UKM.

Erwin Aksa, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2008-2011, mengatakan kalau kredit suku bunga perbankan saat ini dinilai masih terlalu tinggi bagi para pengusaha UKM. Perbankan jangan menganggap UKM kita masih sanggup menerima suku bunga yang tinggi ini. Kemudian seakan-akan mereka membiarkan UKM terus terbebani kredit dari perbankan. UKM butuh dukungan dan keberpihakan dari pemerintah dan perbankan dengan memberikan kredit suku bunga yang lebih kompetitif.

“Jadi yang paling penting keberpihakan yang didukung perbankan kita ini harus diberikan pada pengusaha kecil sebenarnya. Secara makro, itu yang bisa terasa oleh banyak UKM hari ini,” tutur Erwin kala ditemui di acara Pemaparan Visi-Misi Calon Ketua Umum BPP HIPMI di Hotel Darmawangsa, Jakarta, pertengah September lalu.

Untuk pengusaha itu sendiri juga tidak boleh terlalu manja dan harus berani merubah diri. Kebergantungan terhadap perbankan memang tidak bisa dihilangkan. Perbankan merupakan salah sumber dana yang paling utama bagi pengusaha. Tapi di sisi lain pengusaha juga harus sudah siap menghadapi persaingan pasar yang makin kompetitif. Pengusaha harus bisa menyesuaikan diri dengan permintaan pasar. Pengusaha harus kreatif dan bisa menciptakan efisiensi. Kalau tidak begitu, cepat atau lambat mereka akan tutup karena pasar tidak bisa menerima produk-produk mereka.

Sebenarnya, menurut Erwin, banyaknya pengusaha yang bangkrut itu bisa dieliminisir kalau saja ada dukungan-dukungan, kepastian-kepastian, dan keberpihakan dari pemerintah dan juga perbankan. “Saya menitik beratkan pada perbankan karena perbankanlah yang menjadi pengasuh atau mengawasi jalannya bisnis para pengusaha ini. Kalau suku bunga saja tinggi, apa berpihak namanya?” lugas Erwin yang kini juga aktif sebagai member National Economic Council.

Erwin yang akan lengser sebagai Ketum HIPMI pada Oktober ini juga berharap kepada Ketum HIPMI mendatang agar bisa berbuat lebih banyak untuk Indonesia, khususnya pada kemajuan kewirausahaan. Erwin melihat kalau perekonomian Indonesia akan terus melaju di tahun mendatang. Akan banyak muncul pengusaha-pengusaha baru yang siap berkompetisi.

“Namun, sekali lagi, pengusaha baru memerlukan perhatian dari pemerintah, khususnya akses kredit perbankan. Bank harus memudahkan akses kredit bagi pengusaha kelas menengah, semudah KUR. Dengan begitu tidak akan ada gap antara pengusaha kecil, menengah, dan atas,” imbuh Erwin.

Rahmat HM

 

Opini

One Comment


  1. Travel Umroh, 5 years ago Reply

    betul itu Pak Erwin,, skrg ini klo cuma punya niat dan usaha tanpa modal rasanya seperti jalan setapak2…kapan majunya klo nga lari,,


Leave a Reply

Connect

Photo Gallery