Tabloid BO Gelar SEWU UKM 2011

Posted by at 1:23 pm 0 Comment Print

Jumlah UKM yang begitu besar merupakan pasar potensial untuk meningkatkan daya saing sebuah bangsa. Apalagi, virus entrepreneurship saat ini sudah menjadi trending topik yang menggerakkan banyak pihak untuk turut menjadi bagian penting dari proses panjang pemberdayaan UKM. Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan proses pemberdayaan UKM, Tabloid Info Business Opportunity sebagai media yang concern dalam pemberdayaan UKM di Indonesia menyelenggarakan Sarasehan Wirausaha UKM (SEWU) 2011 pada 28 Mei di Balai Kartini Jakarta.
Tri Raharjo, Pemimpin Umum Tabloid Info Business Opportunity mengatakan, “Ajang SEWU ini merupakan forum  sharing, networking,  dan ‘curhat’ terkait persoalan bisnis yang seringkali dihadapi UKM Indonesia. “Di ajang SEWU ini, pula, peserta akan belajar bagaimana mengoperasikan dan membesut bisnis dengan baik, sehingga menjadi kampiun yang sanggup memenangi persaingan.”

Ditambahkan  Tri, “Pembiayaan, SDM, dan sistem bisnis merupakan faktor krusial yang tak jarang membuat UKM kehabisan energi untuk tumbuh. Karenanya, forum ini disetting untuk memenuhi energi UKM agar terus bisa tumbuh dan berkembang menjadi merek Indonesia yang mengglobal.”

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Euis Saedah  mengatakan, “Diadakannya event SEWU  ini sangat baik sekali. Pasalnya, event SEWU bisa sebagai cikal bakal pertumbuhan IKM yang berkualitas, ” katanya.

Euis melanjutkan, “UKM atau IKM punya potensi besar untuk maju dan naik kelas.  Karena itu, UKM selayaknya terus berbenah meningkatkan kualitas produk, pasar, dan daya saingnya secara konstan untuk bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.”

Sementara itu Ketua Bidang UMKM Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI),  Triharsono, yang menjadi salah satu pembicara SEWU mengatakan, UKM merupakan backbone atau tulang punggung perekonomian Indonesia. “99% usaha Indonesia masih termasuk dalam kriteria UMKM. Pemerintah berkomitmen melaksanakan pembinaan UMKM, namun sayang, kebijakannya terkadang parsial,” katanya.

Menurut Triharsono UMKM di Indonesia memiliki sistem manajemen kelembagaan dan SDM yang masih lemah. UMKM juga terlihat bankable (sulit mengakses permodalan perbankan). Untuk membangun UMKM, kata Triharsono, ada empat strategi utama yang perlu diperhatikan. Diantaranya; UMKM harus bisa memperluas jaringan, dari segi knowledge juga harus ditingkatkan, menguasai sumber permodalan, dan meningkatkan kreativitas baik pemasaran maupun inovasi produk.

(BO/MIF)

BO Event

Related Posts

Leave a Reply

Connect

Photo Gallery